Cocoa Nul, Coklat Asli dari Wolonwalu

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 14 Oktober 2018 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 92 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minsia (baju merah) sedang memperomosikan Cocoa Nul, bubuk coklat asli dari Desa Wolonwalu pada bursa inovasi desa, Kamis (11/10) di halaman Sikka Convention Center

Minsia (baju merah) sedang memperomosikan Cocoa Nul, bubuk coklat asli dari Desa Wolonwalu pada bursa inovasi desa, Kamis (11/10) di halaman Sikka Convention Center

Maumere-SuaraSikka.com: Minsia, perempuan berusia 50 tahun itu, menceritakan lugas. Dia mengisahkan bagaimana dia bersama kelompok tani menghasilkan produk yang boleh dibilang luar biasa. Produk itu mereka namakan Cocoa Nul. Dan yang membuat mereka berbangga, Cocoa Nul merupakan coklat asli dari Wolonwalu.
Wolonwalu adalah satu dari tujuh desa di Kecamatan Bola Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Desa ini letaknya tidak jauh dari pantai selatan. Sebagan besar penduduk bermatapencaharian petani. Salah satu produk unggulan adalah tanaman kakao.
Cocoa Nul memiliki arti tersendiri. Cocoa berarti coklat, sesuai bahan lokal utama produk ini. Sedangkan Nul diambil dari Nusa Loran, sebuah gabungan kelompok tani (gapoktan) yang sudah eksis di Wolonwalu. Gapoktan inilah yang menginisiatifi proses kerja panjang hingga menghadirkan Cocoa Nul ke tengah masyarakat. Ada 14 kelompok tani yang tergabung dalam gapoktan ini.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Produk Cocoa Nul berupa bubuk coklat yang bisa dimanfaatkan untuk pelbagai kebutuhan, seperti susu, es krim, puding, kue, dan beragam produk lainnya. Cocoa Nul dibungkus apik dalam kemasan yang menarik, dengan ukuran yang berbeda-beda, 250 gram, 100 gram, dan 50 gram. Cocoa Nul ini dipamerkan pada kegiatan bursa inovasi desa di halaman Sikka Convention Center (SCC), Kamis (11/10).
Produk ini luar biasa karena dikerjakan secara tradisionil. Biasanya setelah panen, para petani coklat kemudian memisahkan biji coklat dari dagingnya. Pada 1 buah coklat, kurang lebih terdapat 47 biji.
Setelah itu biji coklat dijemur. Dari hasil penjemuran, petani coklat sudah bisa menduga mana biji yang berfungsi untuk diproses lanjut, dan mana yang tidak berfungsi. Rata-rata 1 buah coklat menghasilkan 20-an biji coklat yang berkualitas baik.
Biji-biji yang berkualitas baik, kemudian akan digoreng. Setelah biji-biji itu matang, dilanjutkan dengan menumbuk secara tradisionil. Hasil tumbukan itu yang kemudian menjadi bubuk coklat yang dikenal dengan Cocoa Nul.
Seluruh proses pengerjaan bisa memakan waktu kira-kira 2-3 minggu. Setiap proses harus dilakukan dengan baik dan tertib. Misalnya penjemuran biji-biji, tidak dilakukan di sembarang tempat, tetapi harus pada tempat-tempat khusus. Inilah yang menjadi keunggulan Cocoa Nul, sebuah proses tradisionil yang sulit diintervensi oleh kecanggihan dunia lain.
Minsia, yang berasal dari Dusun Kopor Desa Wolonwalu mengaku bangga bisa bergabung bersama Nusa Loran. Gapoktan ini sudah berdiri sejak tahun 2003, dan kini memiliki 223 anggota dari 14 kelompok tani. Semua anggota terlibat aktif ikut ambil bagian dalam proses pengerjaan bubuk coklat asli dari Wolonwalu. Mereka pun ikut mengembangkan dan memperluas jaringan pemasaran Cocoa Nul.*** (eny)

Berita Terkait

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional
Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan
Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA