Laporan Baru 7,3 Persen, ADD di Sikka Terancam Tidak Disalurkan

0
549
Laporan Baru 7,3 Persen, ADD di Sikka Terancam Tidak Disalurkan
Iswandi, pejabat pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ende
Maumere-SuaraSikka.com: Laporan alokasi dana desa tahap kedua di Kabupaten Sikka baru mencapai 7,3 persen. Jika laporan tidak mencapai 75 persen dipastikan dana ADD tahap ketiga tidak bisa disalurkan. Para pengelola dana desa diminta untuk lebih serius melaksanakan kegiatan dan melaporkannya kepada pemerintah.
Informasi ini disampaikan Iswandi dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ende ketika dikonfirmasi di Lantai II Kantor Bupati Sikka pada pekan lalu. Selain menjawab pertanyaan media, Iswandi juga melaporkan kondisi ini kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo alias Robby Idong.
Iswandi berada di Maumere, mendampingi Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT Agus Mirsatya dalam rangka menyerahkan piagam penghargaan dari Menteri Keuangan kepada Bupati Robby Idong.

Berita Terkait:


Sebelumnya media ini mendapat keterangan dari Kepala Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Sikka Robertus Ray bahwa laporan ADD dari Kabupaten Sikka sudah mencapai 27 persen. Iswandi menanggapi kemungkinan belum di-input di sistem.
“Menurut database kami, saat ini laporan tahap kedua baru mencapai 7,3 persen. Kalau informasinya sudah 27 persen, mungkin saja belum di-input di sitem,” urai Iswandi.
Sesuai skedul, pencairan ADD tahap ketiga akan berakhir pada 15 Desember 2018. Pencairan dana tahap ketiga hanya bisa dilakukan jika laporan tahap kedua sudah mencapai minimal 75 persen. Dalam rentang waktu yang masih 1 bulan lebih ini, Iswandi berharap para kepala desa segera melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan, dan sekaligus melaporkan kepada pemerintah.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2018 ini Kabupaten Sikka mendapat ADD sebesar Rp 125.012.694.000 yang diperuntukkan bagi 147 desa. Sebanyak 34 desa persiapan yang sudah dimekarkan di era pemerintahan Bupati Yoseph Ansar Rera tidak menerima ADD.
Pencairan ADD dilakukan sebanyak tiga tahapan yakni tahap pertama 20 persen, tahap kedua dan ketiga masing-masing 40 persen. Tahap pertama sebesar Rp 25.002.538.800 telah dicairkan pada awal Juni 2018 lalu dengan realisasi mencapai 87 persen. Lalu tahap kedua dicairkan pada akhir Juni 2018. Mestinya tahap ketiga sudah bisa cair pada Agustus 2018.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sikka Robert Ray ditemui di ruang kerjanya awal Agustus 2018 memastikan pihaknya terus mendorong semua kepala desa untuk segera memberikan laporan realisasi pemanfaatan dana desa. Dia berharap dalam waktu dekat ini laporan realisasi sudah bisa mencapai 75 persen sehingga bisa dilakukan pencairan tahap ketiga.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini