Buntut Buruh Tewas, Manajemen Telkom Maumere Sampaikan Duka

0
452
Buntut Buruh Tewas, Manajemen Telkom Maumere Sampaikan Duka
Kepala Telkom Maumere Oktavianus (tengah) berada di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (30/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Dua orang buruh dinyatakan tewas kesetrum listrik tegangan tinggi saat memancang tiang jaringan telekomunikasi di depan Toko Agung Jalan Don Thomas Maumere, Selasa (30/10). Manajemen Telkom Maumere pun langsung menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban.
Kepala Telkom Oktavinaus yang biasa dipanggil Umbu, pasca peristiwa ini, langsung menemui keluarga korban di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (30/10) malam. Dia menyampaikan rasa belasungkawa dan berjanji akan mengurus proses pemulangan jenazah sampai dengan penguburan.
Oktavianus tiba di kamar jenazah sekitar pukul 19.00 Wita didampingi aparat kepolisian dari Polres Sikka. Dia langsung menuju ke jenazah Mikael Moa Bero yang sudah dibaringkan di dalam peti jenazah. Setelah itu dia mendatangi jenazah Jusman Burhan Wadan yang masih tertutup kain berwarna ungu. Usai melayat, Oktavianus pun bertemu keluarga korban yang sejak petang sudah berada di kamar jenazah.

Berita Terkait:


Kepada media ini di kamar jenazah, Oktavianus mengaku mengetahui peristiwa tewasnya dua buruh setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian. Dia mengatakan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja, yang sangat tidak diharapkan. Dia mengaku sangat prihatin atas terjadinya peristiwa ini.
Dia menjelaskan para pekerja yang tewas dipekerjakan oleh kontraktor pelaksana yakni PT Percon Summa yang adalah mitra kerja Telkom. Perusahaan ini berkedudukan di Jakarta, dan dipastikan pihak yang bertanggungjawab akan tiba Rabu (31/10) besok.
“Ini tanggung jawab kontraktor-nya. Tapi kami dari Telkom menyadari bahwa ini adalah pekerjaan dari Telkom sehingga kami hadir di sini. Selain untuk menyatakan duka, juga untuk mengurus jenazah ini. Nantikami koordinasi dengan kepolisian karena peristiwa ini sudah ditangani polisi,” jelas dia.
Ketika ditanyakan tentang segala hal menyangkut teknis pekerjaan, Oktavianus meminta maaf karena belum bisa menyampaikan hal tersebut. Dia ingin mengurus terlebih dahulu pemulangan jenazah korban.
Pantauan media ini di kamar jenazah, keluarga korban Mikael Moa Bero tampak duduk di ruangan jenazah. Korban adalah warga Desa Wairita Kecamatan Kewapante yang selama ini tinggal di Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara. Jenazah korban rencananya akan disemayamkan di Wairita. Keluarga masih menghubungi anak korban yang berada di Kefamenanu.
Sementara keluarga korban Jusman Burhan Wadan, sebagian besar adalah orang-orang Solor Flores Timur yang tinggal di Maumere. Abdul Muis, salah satu keluarga korban, mengatakan setelah seluruh proses administrasi selesai, pihaknya akan langsung membawa jenazah korban ke Solor.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini