Tiga Bulan Semen Langka, Kegiatan Pembangunan Terhenti

4
225
Tiga Bulan Semen Langka, Kegiatan Pembangunan Terhenti
Salah satu truk melintasi jalan di Kota Maumere dengan membawa puluhan semen untuk dijual
Maumere:SuaraSikka.com: Sejumlah masyarakat mengeluh akan kelangkaan semen di Kabupaten Sikka. Kondisi ini berlangsung sudah hampir tiga bulan terakhir ini. Akibatnya banyak sekali kegiatan pembangunan terhenti sementara, baik itu proyek-proyek pemerintah maupun kegiatan internal masyarakat.
Paulus Dance Nggera, seorang rekanan yang mengerjakan rabat jalan di Desa Persiapan Mamai Kecamatan Talibura mengaku sudah tiga bulan ini tidak ada aktifitas pekerjaan rabat karena ketiadaan semen. Padahal pekerjaannya tinggal 13 meter saja. Dia sudah berupaya mencari semen pada sejumlah toko bangunan, namun tidak ada satu pun toko bangunan yang menjual semen. Kalau pun ada, semen-semen tersebut sudah dipesan orang lain.
Dia pernah langsung ke kantor distributor Semen Tiga Roda di Jalan Gajah Mada Kelurahan Madawat Kecamatan Alok. Namun petugas di kantor itu menjawab semua semen sudah dipesan agen-agen penjualan. Ketika di-cek pada beberapa agen ternyata semen-semen yang ada semuanya berstatus  DO (delivery order).

Berita Terkait:


Anehnya, kata dia, hanya sekitar 20 menit berada di kantor distributor, dia melihat banyak sekali mobil yang keluar masuk dengan membawa semen. Dia sendiritidak tahu semen-semen tersebut dibawa ke mana. Paulus Dance Nggera menduga ada permainan di balik kelangkaan semen.
Lain lagi yang dialami sebuah keluarga dari Bola. Mereka sudah tiga minggu  mencari semen di Kota Maumere. Upaya pencarian dilakukan tidak saja ke toko-toko tapi juga langsung ke gudang distributor.
Pada Selasa (27/11), satu keluarga ini dengan mobil pick-up langsung menuju gudang Bosowa di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat. Ternyata stok Bosowa di gudang milik Haji Mawardi juga sedang kosong selama kurang lebih tiga bulan. Kemudian mereka menuju Gudang Perkapasan, tidak jauh dari situ. Di tempat ini sedang dibongkar semen Bosowa. Namun mereka tidak berhasil mendapatkan semen, karena semua semen yang ada di situ sudah dipesan pihak lain.
“Kami hanya butuh 20 sak saja untuk bangun rumah. Sudah cari ke mana-mana tapi katanya tidak ada, atau sudah dipesan orang. Di beberapa toko malah harus beli dalam jumlah besar, kalau hanya 20 sak tidak dilayani,” ujar salah seorang dari mereka.
Demikian juga yang dialami Melki Wara, seorang warga dari Magepanda. Dia sudah order puluhan sak semen Bosowa pada distributor yang menampung semen di Gudang Perkapasan. Namun Selasa (27/11) dia mendapatkan semen tidak sesuai julah pesanan. Distrihutor hanya melayani 20 sak semen Bososwa dan mengembalikan uang sisanya.
Melki Wara mengaku sangat kecewa, karena dia sudah memegang bukti belanja, malah sudah menyetor uang sesuai jumlah pesanan. Akhirnya dia pun membawa pulang 20 sak semen untuk kelanjutan pembangunan rumah.*** (eny)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini