Diduga Ada Spekulan di Balik Kelangkaan Semen

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 28 November 2018 - 12:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 70 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifitas pembongkaran semen Bosowa di Gudang Perkapasan di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok barat, Selasa (27/11)

Aktifitas pembongkaran semen Bosowa di Gudang Perkapasan di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok barat, Selasa (27/11)

Maumere-SuaraSikka.com: Sudah hampir tiga bulan ini semen menghilang dari pasaran di Kabupaten Sikka. Namun realitasnya distribusi semen dari distributor ke agen-agen penjualan berlangsung normal. Kondisi ini melahirkan dugaan ada spekulan yang sedang ikut bermain di balik kelangkaan semen.
Media ini berupaya menelusuri sejauh mana penyebab kelangkaan semen di Kabupaten Sikka. Hal ini berawal dari keluhan sejumlah rekanan yang sedang mengerjakan proyek-proyek pemerintah. Bahkan masyarakat yang membutuhkan semen untuk kebutuhan pembangunan internal juga terkendala karena ketiadaan semen.
Haji Mawardi, distributor Bosowa mengaku stoknya sedang kosong sudah tiga bulan ini. Dia menjelaskan beberapa kendala internal yang mengakibatkan macetnya distribusi Bosowa dari Makasar ke Maumere. Kendala itu antara lain kapal yang rusak, serta sistem pengangkutan yang berbelit-belit. Untuk membuktikan kondisinya, dia menunjukkan dua gudang semen miliknya yang sama sekali tidak terdapat semen.

Berita Terkait:
Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Distributor Bosowa lainnya justeru berkelimpahan semen. Di Gudang Perkapasan di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat yang menjadi tempat penampungan, tampak banyak sekali semen Bosowa yang ada di dalamnya. Bahkan saat itu sedang ada pembongkaran sebanyak 600 sak dari sebuah kontainer. Itu pembongkaran yang keempat, karena sebelumnya sudah tiga kali pembongkaran.
Media ini mengajukan pembelian 20 sak semen, namun tidak dilayani. Dua orang petugas perempuan beralasan semen yang ada sudah dipesan pihak lain. Anehnya, Melki Wara warga asal Magepanda yang sebelumnya telah menyetor uang dan mengantongi DO (delivery order) tidak berhasil mendapatkan semen sesuai permintaan. Dia hanya bisa mendapatkan 20 sak semen, dan dua petugas perempuan itu mengembalikan uang sisanya.
Saat itu di halaman belakang Gudang Perkapasan sudah antri beberapa truk yang akan mengangkut semen Bosowa. Dari informasi yang terekam semen-semen tersebut akan dibawa ke sejumlah toko bahan bangunan di Kota Maumere. Jika benar bahwa semen-semen tersebut dibawa ke toko bahan bangunan atau agen penjualan, logika sederhananya mestinya Bosowa tidak menghilang dari pasaran.
Seorang informan media ini menuturkan selama dua hari terakhir ini dibongkar 18 kontainer Bosowa di Pelabuhan Laurens Say, dengan masing-masing kontainer berjumlah 600 sak semen. Artinya dalam dua hari ini masuk sebanyak 10.800 sak semen Bosowa. Anehnya, semen sebanyak itu langsung habis di tangan orang.
Untuk diketahui, ada lima jenis semen yang masuk di pasaran Kabupaten Sikka yaitu Gresik, Tiga Roda, Holsin, Bosowa, dan Tonasa. Namun sudah kurang lebih tiga bulan ini semen hilang dari pasaran. Sementara itu realitasnya aktifitias pembongkaran semen berlangsung normal. Hingga saat ini pemerintah belum melakukan tindakan semacam operasi pasar untuk meretas benang merah hilangnya semen dari pasaran.*** (eny)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru