Kendaraan Roda Empat Tidak Bisa Lewati Jembatan Darurat di Dagemage
Dibaca 11 kali
Gelagar jembatan darurat terlepas Jumat (4/1), sehingga praktis tidak bisa berfungsi untuk kendaraan roda empat
Maumere-SuaraSikka.com: Arus lalulintas yang melintasi Dagemage di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT, kini makin tidak terkendali. Dua jembatan darurat sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Praktis hanya kendaraan roda dua saja. Itu pun harus ekstra waspada.
Pemerinah setempat membanguan dua buah jembatan darurat untuk menghubungi lintas pantai utara (pantura) Flores. Sejak Rabu (2/1) malam salah satu jembatan darurat tidak bisa difungsikan akibat lepasnya gelagar dari pangkuan.
Akibatnya kendaraan bermotor terpaksa hanya menggunakan satu jembatan darurat. Ini pun hanya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Sedangkan kendaraan roda enam melewati badan kali. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka membuka jalur alternatif khusus untuk kendaraan roda enam.
Namun sejak Jumat (4/1) pagi jembatan darurat yang masih berfungsi, itu pun mengalami masalah. Dan kali ini masalahnya pun sama, gelagar paling ujung bawah terlepas dari pangkuan. Ini akibat dari sebuah bus antarkabupaten roda enam yang nekad melewati jembatan darurat tersebut.
Berita Terkait:
Praktis dengan kondisi ini, sampai dengan pukul 11.00 Wita tadi, dua buah jembatan darurat tersebut tidak bisa berfungsi untuk kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua masih melewati, namun itu pun harus antrian dan berhati-hati. Jembatan darurat itu sudah tampak goyang, apalagi tanah di sekitar gelagar yang terlepas bisa longsor seketika.
Pantauan media ini di lokasi kejadian, angkutan pedesaan dan mobil-mobil ukuran kecil yang kemarin masih melintasi jembatan darurat, kini harus melintasi jalan alternatif. Jalan altenatif itu sendiri langsung membelah badan Kali Dagemage. Kali itu sementara diairi air yang cukup deras, meskipun dengan debit yang kecil. Tinggi air dari dasar kali sekitar 2-5 centimeter.
Cukup banyak roda empat yang awalnya enggan melintasi jalan alternatif. Mereka kuatir kendaraan terkandas di tengah kali. Terpaksa para penumpang harus turun, dan menyeberangi jembatan darurat untuk sampai ke jalan seberang.
Setelah ada 1-2 angkutan pedesaan yang berhasil melewati jalam alternatif, akhirnya banyak sopir yang memberanikan diri untuk menyeberangi jalan alternatif. Namun upaya ini tidak berlangsung normal saja, karena kadang-kadang ada saja kendaraan yang tiba-tiba macet di tengah kali. Sejumlah warga masyarakat sekitar membantu mendorong untuk ke evakuasi.
Sampai dengan pukul 11.00 Wita, tidak terlihat aktifitas alat berat di Kali Dagemage. Padahal beberapa alat berat sengaja disiagakan di tempat itu guna mengantisipasi kejadian pada jalur tranportasi ini. Tampak terlihat Sekretaris Camat Magepanda Edmon Bura juga sedng berada di lokasi untuk membantu mengarahkan kelancaran lalulintas.*** (eny)