Ini Kondisi Jembatan Darurat Dagemage Yang Hanyut ke Kali
Dibaca 57 kali
Jembatan darurat Dagemage hanyut terbawa banjir bandang, Kamis (17/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Gelagar-gelagar jembatan darurat lepas dari pangkuan, dan hanyut ke Kali Dagemage di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Kondisi itu terjadi pada Kamis (17/1) menyusul hujan deras di wilayah itu yang mengakibatkan banjir bandang.
Sejumlah saksi mata mengisahkan, debit air di Kali Dagemage saat itu sangat tinggi. Banjir bandang menutup badan jembatan darurat yang tingginya kira-kira 2-3 meter dari permukaan kali. Derasnya aliran air ini mengikis gundukan tanah dan batu-batu yang difungsikan sebagai pangkuan jembatan darurat.
Berita Terkait:
Yanto, salah seorang sopir truk mengatakan saat itu tidak ada kendaraan bermotor yang berani melintasi jembatan darurat. Delapan buah mobil dan puluhan motor berbagai merek terpaksa antri, sambil menunggu banjir bandang surut. Namun harapan itu sia-sia, karena berselang tidak lama, banjir bandang justeru menghanyutkan jembatan darurat ke kali.
“Syukur sekali semua kendaraan bermotor bertahan dan bersabar untuk antri. Kalau saja ada yang nekad melintas, bisa-bisa ikut hanyut terbawa banjir bandang,” terang Yanto yang ditemui Jumat (18/1) di Kali Dagemage.
Pemkab Sikka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun dua jembatan darurat senilai Rp 150 juta untuk memperlancar arus transportasi. Jembatan darurat ini dibangun menyusul putusnya Jembatan Dagemage beberapa waktu lalu akibat banjir bandang. Jembatan darurat ini pun tidak bertahan lama, hanya beberapa bulan saja.
Kepala Dinas PUPR Sikka Thomas Agustinus Lameng, Jumat (18/1), di lokasi jalan putus di Kolisia, menjelaskan ruas jalur pantai utara Kabupaten Sikka, merupakan kewenangan Pemerintah Propinsi NTT. Menurut dia, pada tahun 2019 ini Pemprop NTT sudah mengalokasikan anggaran kurang lebih 13 miliar untuk pembangunan Jembatan Dagemage.
“Sudah ada anggarannya, kurang lebih Rp 13 miliar. Sementara ini mungkin sedang proses lelang,” jelas dia.
Namun rencana pembangunan Jembatan Dagemage sepertinya harus didiskusikan kembali, menyusul Jembatan Magerepu, kurang lebih 100 meter dari Jembatan Dagemage, ikut hanyut terbawa banjir bandang pada Kamis (17/1). Hanyutnya Jembatan Megerepu mengakibatkan badan jalan pun terbawa banjir bandang, sehingga arus transportasi menjadi lumpuh total.*** (eny)