Diterjang Gelombang Pasang, Dump Truk Nyaris Tercebur ke Laut
Dibaca 60 kali
Dump truk yang terjebak di ruas jalan yang rusak di Ndondo Kecamatan Maurole Kabupaten Ende, Rabu (23/1), sedang diterjang gelombang pasang
Ende-SuaraSikka.com: Sebuah dump truk warna hijau nekad melintasi jalan rusak di Ndondo Kecamatan Maurole Kabupaten Ende Propinsi NTT, Rabu (23/1). Gelombang pasang yang ganas menerjang badan dump truk hingga nyaris tercebur ke laut. Kendaraan ini pun terjebak di tengah badan jalan. Tidak ada korban jiwa dlam peristiwa ini.
Badan jalan yang dilintasi ini letaknya tidak jauh dari bibir pantai. Gelombang pasang setinggi 6 meter menghanyutkan tembok penahan gelombang dan merangsek hingga ke badan jalan. Kendaraan bermotor terpaksa antri sambil menunggu gelombang normal kembali.
Namun setelah menunggu selama lebih kurang jam 6 jam, gelombang pasang tak kunjung reda. Tidak sabar dengan kondisi itu, sopir dump truk itu pun nekad menyeberang. Melintasi badan jalan yang rusak dan hampir putus, sang sopir mengendarainya sangat hati-hati. Dan saat itu gelombang pasang tidak ampun menghajar badan mobil. Spontan mesin mobil pun mati mendadak.
Posisinya dump truk sedikit saja dari tebing bibir pantai. Sementara gelombang pasang tidak berhenti menerjang. Sang sopir yang tampak panik berupaya membetulkan kendaraannya. Kurang lebih setengah jam, akhirnya mesin mobil dapat dihidupkan, dan bisa melaku ke seberang.
Berita Terkait:
Ruas jalan di wilayah pantai utara ini sering menjadi langganan persoalan jika terjadi cuaca ekstrim. Badan jalan sangat dekat dengan bibir pantai, sehingga hempasan gelombang pasang bisa sampai menerjang badan jalan. Kondisi seperti ini sudah lazim terjadi setiap tahun.
Arus transportasi di pantai utara (pantura) ini, merupakan salah satu jantung penting bagi masyarakat di Pulau Flores. Jalur ini menghubungkan 8 kabupaten, dari Flores Timur hingga Manggarai Barat. Setidaknya masyarakat empat kabupaten yang benar-benar merasakan betapa pentingnya jalur pantura, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, dan Ngada.
Beberapa warga yang tengah mengantri mengeluhkan lambannya penanganan jalur pantura oleh Pemprop NTT. Mereka berharap Pemprop NTT memberikan perhatian serius terhadap jalur transportasi yang menjadi kewenangan propinsi ini.
Kondisi jalur transportasi pantura ini kian mengenaskan setelah ambruknya Jembatan Dagemage di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka. Selama hampir kurang lebih 1 tahun kendaraan bermotor hanya melewati jembatan darurat yang diupayakan Pemkab Sikka. Jembatan darurat ini pun akhirnya hanyut terbawa banjir bandang beberapa waktu lalu.
Belum selesai persoalan ini, Jembatan Magerepu, kurang lebih 100 meter dari Jembatan Dagemage ikut hanyut terbawa banjir bandang. Praktis jalur pantura Flores pun kian terpuruk. Pemkab Sikka pun kembali membangun jembatan darurat.***(eny)