Masih Banyak Penyakit Penggunaan Dana Desa
Dibaca 17 kali
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati berbicara di depan 479 pejabat desa di Gedung SCC Maumere, Jumat (25/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Untuk tahun 2019 ini pemerintah pusat mengalokasikan dana desa sebesar Rp 70 triliun, atau naik Rp 10 triliun dari tahun lalu. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indarwati langsung mewanti-wanti masih banyaknya penyakit dari penggunaan dana desa.
Berbicara di depan 479 pejabat desa dari Kabupaten Sikka, Ende, dan Flores Timur, Jumat (25/1), di Gedung Sikka Conventon Center (SCC) Maumere, Sri Mulyani terus-menerus mengingatkan pemanfaatan dana desa yang transparan, akuntabel, partispatif, serta disiplin dan bertanggungjawab.
“Saya wanti-wanti kepada seluruh kepala desa, kalau jumlahnya lebih banyak, itu kita berharap supaya bisa mencapai hasil yang lebih baik. Karena selama ini masih banyak penyakit dari penggunaan dana desa yang kurang baik,” sentil Menteri Keuangan terbaik di dunia itu.
Sri Mulyani lalu menyebut beberapa indikasi tentang penyakit penggunaan dana desa yang kurang baik, seperti yang dia maksudkan. Dia menyebutkan antara lain perangkat desa yang tidak berfungsi secara baik sehingga berdampak kepada perencanaan yang kurang baik. Selain itu masih ada kepala desa yang terkena operasi tangkap tangan.
Penyakit lain yang juga disinggung Menteri Keuangan yakni model perencanaan program yang sifatnya hanya ikut-ikutan. Dia mencontohkan desa-desa yang merencanakan program pembangunan jalan, dan ini lazimnya diikuti desa-desa lain. Padahal, kata dia, sesungguhnya bisa saja di desa itu punya kebutuhan yang sudah berbeda. Namun karena minusnya gagasan, akhirnya yang direncanakan adalah pembangunan jalan.
Lebih parah lagi, ada saja kepala desa, perangkat desa dan masyarakat yang sama sekali tidak memiliki gagasan. Akibatnya dana desa yang sudah dialokasikan tidak bisa terpakai.
“Sudah bangun jalan, jaringan air bersih, posyandu, polindes, dan kain-lain, lalu tidak ada lagi gagasan. Karena itu jangan sampai tidak punya ide, dampaknya dana desa tidak bisa terpakai. Padahal tahun ini alokasi lebih besar, kalau tidak bisa dimanfaatkan ya sayang sekali,” ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani hadir di Maumere Kabupaten Sikkadan tampil sebagai keynote speaker pada kegiatan Diseminasi Dana Desa. Kegiatan sehari ini diinisiasi Direktorat Jenderal Perimbangan dan Keuangan Kementerian Keuangan. Para pejabat desa yang hadir terdiri dari kepala desa dan perwakilan desa, 230 orang dari Kabupaten Sikka, 219 orang dari Kabupaten Ende, dan 30 orang dari Kabupaten Flotim.
Hadir juga Ketua Komisi IX DPR RI Melchias Markus Mekeng, Ditjen Perimbangan dan Keuangan Astera Primanto Bhakti, Bupati Ende Marselinus Petu, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon, Bupati Lembata Yantje Sunur, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sebagai tuan rumah.*** (eny)