Site Manager PT Telaga Pasir Kuta Mengadu ke Nakertrans Sikka

0
499
Site Manager PT Telaga Pasir Kuta Mengadu ke Nakertrans Sikka
Site Manager PT Telaga Pasir Kuta Hari Hantoro (paling kiri) mengeluhkan persoalan ketenagakerjaan kepada Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Nakertrans Sikka, Selasa (27/1)
Maumere-SuaraSikka: Hari Hantoro selaku Site Manager PT Telaga Pasir Kuta, Selasa (29/1), mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sikka. Dia mengeluhkan perlakuan kuasa direktur perusahaan yang belum membayar haknya sekitar 167 juta.
Pasalnya usai Proyek Penggantian Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Propinsi NTT selesai dikerjakan Desember 2018 lalu, pihak perusahaan masih memiliki utang kepadanya. Dia sudah terus-menerus menagih, tapi tidak ada respons positip. Staf pada perusahaan yang berkedudukan di Surabaya itu, hanya berjanji akan menyampaikan tagihan kepada kuasa direktur perusahaan tersebut.
Hari Hantoro sementara ini masih berada di Maumere, dalam rangka melakukan pengawaan atas pemanfaatan jembatan yang baru selesai dikerjakan. Pengawasan ini merupakan tugas dari perusahaan, selama masa pemeliharaan satu tahun.
Menurut dia uang sebanyak itu dipakai oleh perusahaan untuk kepentingan kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Dia mengaku memiliki rekapitulasi atas semua biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan tersebut. Rekapitulasi pengeluaran pernah dia sampaikan kepada Satker 64 PPK Maumere-Waerunu Anak Agung Gede Esa.
Selain utang kepadanya, hari Hantoro mengaku perusahaan juga memiliki banyak hutang kepada pihak ketiga. Diperkirakan jumlah hutang kepada pihak ketiga bisa mencapai Rp 1 miliar lebih. Hutang perusahaan kepada pihak ketiga yakni upah pekerja, pengadaan material seperti kerikil, batu pasir, dan aspal, termasuk hutang pada berbagai toko bangunan.

Berita Terkait:


“Sebagai Site Manager saya malah yang dikejar-kejar untuk bayar hutang perusahaan. Sementara perusahaan sendiri masih berhutang kepada saya. Setiap kali saya minta, jawaban dari staf perusahaan, masih dihitung. Sampai sekrang jawabannya hanya begitu saja, tidak ada kepastian,” jelas Hari Hantoro.
Di Dinas Nakertrans Sikka, Hari Hantoro diterima Kepala Bidang Ketenagakerjaan Hasan Kadir. Kepada Hasan Kadir dia menyampaikan semua persoalan yang dia alami sehubungan dengan kegiatan pelaksanaan proyek penggantian jembatan. Hari Hantoro berharap Dinas Nakertrans Sikka dapat melakukan intervensi guna menyelesaikan masalah ini.
Hasan Kadir menjelaskan persoalan ini cukup kompleks karena Hari Hantoro adalah bagian dari perusahaan. Karena itu dia menyarankan persoalan ini diselesaikan secara internal saja. Solusi lain, katanya, Hari Hantoro bisa melaporkan persoalan ini ke Dinas Nakertrans Surabaya mengingat kedudukan perusahaan berada di Surabaya.
Sampai dengan Kamis (31/1), masalah hutang perusahaan ini belum terselesaikan juga. Terbetik informasi, Satker 64 akan menggelar pertemuan pada Jumat (1/2) untuk membicarakan persoalan ini. Satker telah mengudang kuasa direktur PT Telaga Pasir Kuta, Hari Hantoro, dan beberapa pihak lain.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini