Wow! Hutang PT Telaga Pasir Kuta Mencapai Rp 1 Miliar Lebih

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 21 Januari 2019 - 21:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 369 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura saat diblokir para pekerja karena upah belum dibayar kontraktor pelaksana

Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura saat diblokir para pekerja karena upah belum dibayar kontraktor pelaksana

Maumere-SuaraSikka.com: Peristiwa pemblokiran Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Propinsi NTT, akhirnya menguak borok-borok PT Telaga Pasir Kuta, selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut. Ternyata perusahaan ini memiliki hutang yang cukup besar kepada pihak ketiga, mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Informasi ini disampaikan langsung Hari Hantoro, selaku Site Manager PT Telaga Pasir Kuta. Pensiunan pegawai negeri di Pemprop Kalimantan Tengah itu mengaku sering kali ditagih utang oleh berbagai pihak, termasuk para tenaga kerja. Padahal perusahaan itu sendiri juga berutang kepadanya.
Hari Hantoro menjelaskan PT Telaga Pasir Kuta adalah milik seseorang yang bernama Suwanto. Untuk kepentingan pekerjaan Proyek Penggantian Jembatan Ubeloler, perusahaan ini dipakai oleh seseorang bernama Timotius, yang berdomisili di Rungkut Surabaya.

Berita Terkait:


Dari hasil rekapannya, hutang perusahaan kepada pihak ketiga yakni upah pekerja, pengadaan material seperti kerikil, batu pasir, dan aspal, termasuk hutang pada berbagai toko bangunan. Hari Hantoro malah menyebut dengan jelas jumlah hutang perusahaan kepada pihak-pihak ketiga.
“Misalnya untuk upah pekerja, itu dari awal sekitar Rp 351 juta lebih. Perusahaan sudah bayar Rp 180 juta lebih. Tadi siang panjar lagi Rp 100 juta. Jadi masih kurang Rp 70 juta lebih. Masih banyak lagi hutang, termasuk di saya sebesar Rp 167 juta lebih,” ujar dia.
Hari Hantoro berharap agar perusahaan segera melunasi hutang-hutang tersebut, sehingga tidak berdampak kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Dia meyakini Timotius selaku pihak yang bertanggungjawab pasti mampu melunasi semua hutang perusahaan. Media ini belum berhasil menghubungi Timotius guna menglarifikasi persoalan yang melilit PT Telaga Pasir Kuta.
Sebelumnya diberitakan, para pekerja pada proyek ini terpaksa memblokir akses jembatan karena upah mereka belum dibayar. Pemblokiran dilakukan sejak Rabu (16/1) yang lalu. Para pekerja menuntut kontraktor pelaksana segera membayar upah kerja yang besarannya lebih dari Rp 100 juta.
Upah yang belum dibayar kontraktor pelaksana, menurut perhitungan Gaspar Gusar yakni pekerjaan pemasangan batu seluas 500 meter kubik, dengan perjanjian 1 meter kubik dibayar Rp 120.000, sehingga totalnya Rp 60 juta. Selain itu ada juga pekerjaan pencoran deck, backiting dan pemasangan tiang pancang, serta pengadaan material berupa kerikil dan pasir. Jika ditotal secara keseluruhan bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Pada Senin (21/1) siang, para pekerja mencabut material yang memblokir akses ke jembatan itu. Dan sejak saat itu kendaraan sudah bisa melintasi jembatan yang dikerjakaan PT Telaga Pasir Kuta.
Hari selaku Site Manager PT Telaga Pasir Kuta dan Satker 64 PPK Maumere-Waerunu Anak Agung Gede Esa, yang dihubungi terpisah petang tadi, membenarkan hal itu. Diperkirakan kontraktor pelaksana telah membayar upah kerja sehingga para pekerja kemudian membuka akses.*** (eny)
Baca Juga :  1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Berita Terkait

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA