Kasus Longsor di Mapitara Berujung Damai

0
379
Kasus Longsor di Mapitara Berujung Damai
Januarius Joni pemilik lahan tanah longsor sedang menandatangani surat pernyataan damai dan surat kesepakatan bersama di depan Kepala Desa Hale Albertus Ruben, Jumat (1/2) di Kantor Desa Hale
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus tanah longsor di Dusun Watiwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT, akhirnya berujung damai. Keluarga korban dan pemilik tanah bersepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Penyelesaian damai para pihak ini berlangsung di Kantor Desa Hale pada Jumat (1/2). Kepala Desa Hale Albertus Ruben melakukan mediasi antara para pihak. Dalam mediasi tersebut, keluarga korban longsor yang berakibat meninggalnya 3 anak di bawah umur, telah menerima peristiwa tersebut sebagai bencana alam. Mereka juga berjanji tidka menuntut Januarius Joni selaku pemilik tanah.
Hasil mediasi tersebut dituangkan dalam bentuk surat pernyataan damai dan surat kesepakatan bersama. Masing-masing pihak menandatangani surat tersebut di depan Kepala Desa Hale. Ikut menyaksikan mediasi ini yakni Camat Mapitara, Kanit Res Polsek Bola, Babinsa Hale, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta anggota Linmas Desa Hale.

Berita Terkait:


Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang dihubungi media ini membenarkan telah terjadi proses perdamaian antara keluarga korban dan pemilik tanah. Dia mengatakan mediasi antara para pihak berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kondusif, serta berjalan dalam kondisi yang tertib, aman dan lancar.
Sebagaimana diketahui, tiga orang anak menjadi korban tewas saat sedang menambang pasir di Dusun Watuwolot Desa Hale, Senin (7/1) lalu. Ketiganya meninggal karena tertimbun tanah longsor. Sementara 1 orang lainnya berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere.
Anak yang menjadi korban adalah dua orang kakak beradik atas nama Petrus Afriandi, 10 tahun, dan Emanuel Jefrianto, 8 tahun. Satunya lagi yakni Silferius Silik, 11 tahun, masih ada hubungan saudara dengan 2 anak yang tewas. Sementara yang dalam keadaan kritis adalah Marselinus Moa alias Doli, 20 tahun.
Akibat peristiwa ini, ratusan orang mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan upaya evakuasi korban yang dilakukan tim evakuasi. Keluarga membentang terpal besar di halaman rumah Januarius Joni, si pemilik lahan. Jasad ketiga anak yang sudah berhasil dievakuasi kemudian dibaringkan di atas terpal. Keluarga mengenakan kain sarung dan lipa yang menutup seluruh jasad korban dari kaki hingga kepala.
Seorang perempuan tua yang diketahui nenek dari ketiga anak ini, tampak mendampingi ketiga jenazah. Dia terus menangis dan meratapi nasib naas yang dialami cucu-cucunya. Tidak sedikit pun dia bergeser dari tempat itu, sambil sesekali mengusir lalat yang menghinggapi jasad korban.
Sementara Januarius Joni selaku pemilik lahan, petang itu menyerahkan diri kepada aparat keamanan. Dia pun langsung digelandang ke Mapolres Sikka. Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Heffri Dwi Irawan mengatakan pihaknya sudah mengambil keterangan dari Januarius Joni.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini