“Sembunyi” di Hebing, Januarius Joni Diamankan Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 8 Januari 2019 - 09:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 41 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Januarius Joni sedang diamankan di Mapolres Sikka, Senin (7/1)

Januarius Joni sedang diamankan di Mapolres Sikka, Senin (7/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Kabar tentang longsoran tanah di rumahnya yang berakibat kepada tewasnya 3 anak, membuat Januarius Joni, si pemilik lahan terpaksa “sembunyi”. Dia mengucilkan diri di Desa Hebing Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT, tidak jauh dari lokasi kejdian. Namun kini yang bersangkutan sudah diamankan pihak kepolisian di Polres Sikka.
Januarius Joni yang ditemui di Mapolres Sikka, Senin (7/1) malam, mengaku mendengar kabar naas itu dari seorang pegawai Kantor Desa Hebing. Saat itu dia sedang berada di Kantor Desa Hebing untuk koordinasi menyangkut pekerjaan rabat jalan di desa tersebut.
Awalnya dia berniat untuk segera kembali ke rumahnya di Dusun Watuwolot Desa Hale. Namun pegawai Kantor Desa Hebing mencegahnya, karena menurut informasi sudah banyak warga masyarakat dan keluarga korban yang berada di lokasi kejadian. Pegawai Kantor Desa Hebing ini kuatir terjadi sesuatu  di luar dugaan jika Januarius Joni berada di rumahnya.
“Saya niat kembali (ke lokasi kejadian), tapi pegawai itu larang, katanya keluarga korban sudah ribut-ribut di rumah. Jadi saya bertahan dulu di kantor desa,” ujar Januarius Joni.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Pemilik lahan ini kemudian merasa tidak tenang jika terus “bersembunyi” di kantor desa. Dia lalu berpikir untuk sebaiknya mengamankan diri ke polisi. Dan akhirnya dia mencegah rombongan Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang hendak kembali dari lokasi kejadian menuju Maumere.
Saat mendengar bunyi sirene dari mobil polisi, sekitar pukul 18.00 Wita, Januarius Joni didampingi seorang keluarga, langsung mencegah di jalanan di Desa Hebing. Dia mengenakan kain lipa berwarna hitam, yang menutup sebagian wajahnya. Kepada aparat kepolisian dia mengaku sebagai pemilik lahan, dan meminta pengamanan. Januarius Joni pun langsung diamankan di mobil pengendali massa.
Kapolres Sikka melalui Kasat Reskrim Iptu Heffri Dwi Irawan mengatakan pihaknya akan mengambil keterangan dari Januarius Joni. Hingga kini belum diketahui bagaimana perkembangan selanjutnya peristiwa tanah longsor yang memakan korban 3 anak di bawah umur di dusun itu.
Kepada media ini di Mapolres Sikka, Januarius Joni mengaku anak-anak korban tewas tersebut sering menambang pasir di lahan miliknya. Namun dia mengaku tidak setiap hari. Januarius Joni membeli pasir hasil tambang anak-anak itu dengan harga Rp 5.000 untuk ukuran 3 sak semen.
Januarius Joni mengelak di sebut telah mempekerjakan anak di bawah umur. Menurut dia, anak-anak tersebut yang sering meminta izin untuk menambang pasir guna mendapatkan uang.
Sebagaimana diberitakan, Petrus Afriandi, 10 tahun, Emanuel Jefrianto, 8 tahun, dan Silferius Silik, 11 tahun, tewas di tempat akibat longsoran tanah. Saat itu ketiganya sedang menambang pasir di lahan milik Januarius Joni. Sementara satu orang lagi yakni Marselinus Moa alias Doli, 20 tahun, berhasil diselamatkan, dan langsung dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru