Jenazah Korban Longsor Dibaringkan di Halaman Rumah Pemilik Lahan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 Januari 2019 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 71 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban longsor di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Senin (7/1), dibaringkan di halaman rumah

Jenazah korban longsor di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Senin (7/1), dibaringkan di halaman rumah

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib tragis dialami tiga orang anak yang tewas Senin (7/1), akibat tertimbun longsoran tanah di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Jasad ketiganya dibaringkan di halaman rumah pemilik lahan di RT/RW 005/001.
Tiga anak yang menjadi korban tewas adalah dua orang kakak beradik atas nama Petrus Afriandi, 10 tahun, dan Emanuel Jefrianto, 8 tahun. Satunya lagi yakni Silferius Silik, 11 tahun, masih ada hubungan saudara dengan 2 anak yang tewas. Sementara yang dalam keadaan kritis adalah Marselinus Moa alias Doli, 20 tahun.
Pantauan media ini di lokasi kejadian, keluarga membentang terpal besar di halaman rumah Januarius Joni, si pemilik lahan. Jasad ketiga anak itu kemudian dibaringkan di atas terpal. Keluarga mengenakan kain sarung dan lipa yang menutup seluruh jasad korban dari kaki hingga kepala.

Berita Terkait:


Seorang perempuan tua yang diketahui nenek dari ketiga anak ini, tampak mendampingi ketiga jenazah. Dia terus menangis dan meratapi nasib naas yang dialami cucu-cucunya. Tidak sedikit pun dia bergeser dari tempat itu, sambil sesekali mengusir lalat yang menghinggapi jasad korban.
Sementara itu ratusan orang dari kampung itu ikut menyaksikan ketiga jenazah yang terbaring di atas terpal. Banyak dari antara mereka adalah kaum ibu. Isak tangis pun mewarnai suasana perkabungan atas peristiwa yang terjadi hari itu.
Sampai dengan pukul 17.15 Wita, ketiga jenazah ini masih dibaringkan di halaman rumah Januarius Joni. Menurut informasi, rencananya malam ini jenazah akan dibawa ke rumah duka masing-masing. Pantauan media ini, di dua rumah duka sudah dibangun tenda duka. Ketika jenazah dibawa ke rumah duka, nantinya juga dibaringkan di halaman rumah.
Kepala Desa Hale Albertus Ruben menjelaskan menurut adat di tempat itu, ketiga jenazah tersebut harus dibaringkan di halaman rumah, karena mereka mengalami kematian yang tidak wajar. Nantinya sebelum dimakamkan, masing-masing keluarga akan menggelar ritus adat yang diberi nama Hetin Lapan. Ritus adat ini dimaksudkan agar peristiwa seperti ini tidak dialami lagi oleh keluarga korban.
“Nanti ada ritus adat. Bisa dilakukan sekarang, bisa juga sebelum dikuburkan. Tergantung keluarga korban,” jelas Albertus Ruben.
Sebagaimana diketahui, ketiga anak ini tewas saat sedang menambang pasir. Ketiganya meninggal karena tertimbun longsoran tanah. Lokasi penggalian pasir sudah membentuk tebing, persis berbatasan dengan rumah tetangga. Tinggi tebing itu kurang lebih 12 meter. Di atas tanah dataran tebing tumbuh sebuah pohon nangka, dan terdapat sebongkah batu besar. Saat itu tiga anak yang tewas berdiri di bawah ketinggian tebing sambil menambang pasir. Sementara ada tiga orang dewasa lainnya sedang memungut batu kerikil.
Wihelmus Wirianti, seorang saksi mata menuturkan peristiwa longsornya pasir berlangsung begitu cepat. Dia juga berada di lokasi, karena sedang menaikkan batu kerikil ke atas dump truk. Tiba-tiba saja tanah longsor, lalu pohon nangka roboh, dan batu besar menggelinding ke bawah. Wilhelmus Wiranti dan Ifantus Nong langsung spontan menghindar, sementara keempat orang ini tidak sempat menyelamatkan diri.*** (eny)
Baca Juga :  Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Berita Terkait

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA