Ini Gaya Superman Bupati Sikka Menurut Heny Doing

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 13 Februari 2019 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 35 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

Maumere-SuaraSikka.com: Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong baru lima bulan menjadi Bupati Sikka Propinsi NTT. Dia memiliki gaya  kepemimpinan tersendiri. Ketua Fraksi Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heny atau Heny Doing pun menyebut gaya kepemimpinan seperti superman. Dan inilah gaya superman Bupati Sikka menurut Heny Doing.
Pertama, sehari sebelum dilantik menjadi Bupati Sikka, bertempat di Hotel Naka Kupang, Robby Idong menggelar konferensi pers dengan mengatakan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 miliar per tahun sebagai dana pinjaman pendidikan untuk calom mahasiswa dari keluarga tidak/kurang mampu dengan sistem pinjaman mengacu pada Pasal 76 UU Nomor 12 Tahun 2012.
Menurut Fraksi Partai Demokrat, sepintas pernyataan itu tidak ada salahnya. Namun kalau dilihat dari sistem ketatanegaraan yang benar, harusnya Robby Idong mengatakan bahwa akan mengajukan dan meminta persetujuan DPRD Sikka, sehingga bersama-sama mengalokasikan sejumlah dana tersebut untuk calon mahasiswa dari keluarga tidak/kurang mampu.

Berita Terkait:


“Mengapa demikian? Karena regulasi memberikan hak budget kepada DPRD, bukan kepada Bupati. Di sini terlihat bahwa sejak awal dilantik, Saudara Bupati sudah secara sadar mulai mereduksi atau mengabaikan fungsi dan peran DPRD sehingga bisa menjadi penguasa tunggal atau superman di daerah ini,” ujar dia.
Kedua, hal ini kemudian berlanjut dengan tanpa ampun, tanpa amnesti, kata dia meminjam istilah komentator sepak bola di Indosiar, yakni langsung membongkar portal Pasar Alok. Padahal perencanaan dan penganggaran portal cukup memakan waktu waktu dan perhatian baik di rapat komisi maupun rapat badan anggaran. Katanya nanti akan ditata secara lebih baik dan lebih memenuhi hak-hak rakyat kecil dengan tidak berdampak pada PAD.
“Beri kami waktu  3 bulan, kami akan menata semuanya menjadi lebih baik karena saya sekolah khusus tentang ini,” ujar Heny Doing mengutip pernyataan Robby Idong di Gedung DPRD.
Namun, lanjut Heny Doing, sekarang sudah memasuki akhir bulan kelima, tapi tidak ada tanda-tanda penataan ke arah yang lebih baik. Yang nampak hanya cara konvensional yang selama ini sudah diterapkan di setiap titik parkir dengan kebocoran lebih dari 50 persen.
Ketiga, pengalihan dan pemanfaatan aset Tempat Pendaratan Ikan (TPI) menjadi pasar pagi terbatas adalah kebijakan mengatasi masalah jangka pendek dengan menimbulkan masalah jangka panjang dan berkelanjutan. Hal ini sudah mencuat dengan munculnya demo dari elemen warga beberapa waktu lalu. Sayangnya demo itu direspons secara emosional oleh Bupati Sikka.
“Kalau kau hari ini turun demo dengan 2.000 orang, saya akan turunkan 20.000 orang untuk melawan kamu, karena saya juga punya massa,” kutip Heny Doing.
Pertanyaanya, lanjut Heny Doing, kalau Bupati Sikka menurunkan 20.000 orang untuk melawan 2.000 pendemo, terus mereka yang 2.000 orang itu rakyatnya siapa. Masa Bupati Sikka mau buat konflik horizontal antarsesama sendiri.
“Ini indikasi otoriter, anti kritik. Regulasi mengamanatkan dalam hal terjadi pengalihan penggunaan aset harus mendapat persetujuan DPRD, tapi lagi-lagi untuk hal ini DPRD tidak pernah diajak untuk bicara.
Keempat, indikasi kepemimpinan otoriter juga ditandai dengan berbagai pernyataan Bupati dalam berbagai forum, antara lain waktu memberikan kuliah di Kampus Muhammadiyah Maumere dan apel duduk bersama ASN di SCC beberapa waktu lalu.
Tidak seorang pun boleh menghalangi program dana adat pendidikan. Kalau DPRD tidak setuju maka saya akan memberlakukannya dengan Perbup,” kutip Heny Doing lagi.
Dia mengaku Fraksi Partai Demokrat sungguh heran dengan pernyataan tersebut. Karena belum mengajukan, tetapi Bupati sudah takut ditolak. Dan kalau memang ada alasan yang masuk akal bahwa hal tersebut harus ditolak, mestinya secara legowo menerima karena tidka semua yang berasal dari Bupati adalah kebenaran.
Kelima, tuduhan prematur bahwa telah terjadi mark up terkait tunjangan perumahan dan transportasi sungguh melampaui batas kewenangan seorang Bupati, karena ini adalah kewenangan yudikatif yang didahului dengan mekanisme audit. Bupati adalah pelaksana regulasi, bukan penegak regulasi sehingga tidka patut mendahukui pernyataan pihak yang punya kewenangan karena itu melanggar etika pemerintahan. Keenam, masih ada beberapa hal yang nanti akan Fraksi Partai Demokrat usulkan sebagai materi interpelasi setelah selesainya paripurna kali ini.*** (eny)
Baca Juga :  Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Berita Terkait

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:58 WITA

Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Berita Terbaru

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA