Kisah Valentine Perjuangkan Cinta

0
111
Kisah Valentine Perjuangkan Cinta
Santo Valentine
Hari ini, 14 Februari, seluruh penduduk dunia merayakan hari kasih sayang yang dikenal dengan nama Hari Valentine. Dunia mengakui hari ini dengan perlakuan sayang kepada orang terkasih, dalam bentuk memberi kado dan sebagainya. Bagaimana asal mula dan sejarah hari kasih sayang? Berikut berbagai rangkuman tentang sejarah Hari Valentine.
Sebenarnya sejarah hari Valentine sendiri pun memiliki berbagai versi. Yang paling terkenal adalah legenda Kaisar Claudius dan Saint Valentine.
Legenda Kaisar Claudius dan Saint Valentine
Valentine adalah nama seorang pendeta Roma yang hidup sekitar abad ke-III, pada kerajaan yang dipimpin Kaisar Claudius II yang terkenal atas kekejamannya. Banyak pria di kerajaan yang membenci Kaisar ini karena Claudius ingin merekrut semua pria di kerajaan sebagai anggota militer.
Alasan para pria tidak ingin menjadi anggota militer adalah mereka tidak ingin meninggalkan keluarga dan orang terkasihnya. Claudius yang marah karena hal ini berpikir bahwa jika para pria tidak menikah, maka mereka pasti akan mau bergabung sebagai anggota militer. Hal inilah yang membuat Claudius mulai melarang adanya pernikahan.
Ada 2 versi berbeda mengenai legenda ini, yang perama adalah hubungan Sang Putri Penjaga Penjara dengan Valentine, dan yang kedua adalah Kisah Valentine yang berusaha mengingatkan cinta melalui Surat Kertas. Yang paling dikenal adalah hubungan Sang Putri Penjaga Penjara dengan St. Valentine.
 
Sang Putri Penjaga Penjara dan St. Valentine
Valentine yang mendengar hal itu, tidak mempedulikan ide Sang Kaisar dan tetap menikahkan para pasangan yang ada walaupun secara diam-diam. Claudius yang mendengar hal itupun mulai mengingatkan Valentine atas tindakannya. Tetap saja, Valentine bersikukuh memberkati pernikahan dalam sebuah gereja kecil dengan bantuan cahaya lilin.
Hal ini terus dilakukan Valentine hingga suatu malam dia tertangkap basah oleh Sang Kaisar. Sang Kaisar pun sangatlah murka. Dia menjebloskan Valentine ke penjara serta divonis hukuman mati dengan cara penggal. Karena perbuatannya yang memberkati banyak pernikahan, banyak orang menghampiri Valentine dan memberikan bunga serta dukungan melalui jendela penjara.
Salah satu orang yang mengunjungi Valentine adalah putri Sang Penjaga Penjara yang buta. Secara ajaib, Valentine berhasil menyembuhkan kebutaan Sang Putri. Melalui keajaiban ini, 44 anggota keluarga Sang Penjaga Penjara dibaptis dan mulai percaya akan Yesus.
Putri ini mempercayai bahwa Valentine melakukan perbuatan yang benar dan ia terus mengunjungi Valentine hingga tanggal 14 Februari, hari hukuman mati bagi Valentine. Pada hari hukuman matinya, Valentine menulis sebuah pesan yang menjadi surat ‘valentine’ pertama.
St. Valentine dan Surat Kertasnya
Memiliki awal yang sama dan akhir yang sama mengenai Sang Putri Penjaga Penjara, hanya saja ada yang mengatakan bahwa Valentine tidak dihukum mati karena berusaha menikahkan pasangan, tetapi karena berusaha mengingatkan ‘cinta’ ke para pria di Kerajaan dan menolak tawaran Sang Kaisar.
Valentine yang tertangkap basah menikahkan pasangan, diinterogasi secara langsung oleh Kaisar Claudius. Claudius terkesan atas kebijaksanaan Valentine, dia pun berusaha untuk berdiskusi agar Valentine mau mempercayai kekafiran dan meninggalkan Kristen. Berlawanan dengan diskusinya, Valentine malah berusaha agar Sang Kaisar mempercayai cinta dalam Kristen. Sang Kaisar pun murka dan menjebloskan serta mevonis hukuman mati bagi Valentine.
Sebelum Valentine dihukum mati, agar para prajurit dan tahanan tetap teringat akan ‘cinta’ dan percaya dengan Kristen, Saint Valentine dikatakan membuat potongan kertas berbentuk hati yang dibagi-bagikan ke para prajurit dan tahanan. Hal ini dipercaya menjadi asal mula penggunaan hati di hari Valentine.
Kisah selanjutnya dilanjutkan dengan kisah Sang Putri Penjaga dan Valentine. Melalui perbuatan kasih Valentine, maka tanggal 14 Februari menjadi hari di mana orang-orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Kisah Valentine yang memperjuangkan cinta dan Kaisar Claudius yang melawannya.
 
Hari Sebelum Festival Lupercalia
Pada zaman Roma Terdahulu, para laki-kaki dan perempuan sangatlah dipisahkan dengan ketat. Akan tetapi, pada tanggal 15 Februari – hari Festival Lupercalia – nama perempuan Roma akan ditulis di kertas kecil dan ditempatkan di kendi atau guci.
Setiap laki-laki akan mencari nama perempuan pada kendi-kendi yang ada dan mereka akan menjadi pasangan selama festival itu berlangsung. Bahkan pasangan ini terkadang bertahan selama 1 tahun, dan lebih lagi mereka jatuh cinta dan menikah.
Lalu apa kaitannya dengan tanggal 14 Februari? Roma terdahulu meyakini bahwa tanggal 14 Februari merupakan hari di mana mereka akan libur dan menghargai Dewi Juno, dewi para wanita dan pernikahan. Serta mereka juga mempercayai bahwa waktu sampai dengan 14 Februari merupakan waktu di mana Dewa Zeus dan Hera melangsungkan pernikahan suci mereka. Hal ini dikenal dengan nama Bulan Gamelion.
Tanggal 14 Februari juga menjadi hari yang unik, karena merupakan 1 hari sebelum festival Lupercalia – festival di mana para laki-laki dan perempuan Roma diperbolehkan berpasangan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini