Anggota DPR RI andreas Hugo Pareira sedang memberikan sertifikat kepada orang tua penerima Program Indonesia Pintar di Aula SMAN 2 Maumere, Sabtu (23/2)
Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP) membagi dana pendidikan dalam bentuk Program Indonesia Pintar kepada lebih dari 1.000 pelajar di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Pembagian PIP dilaksanakan selama dua hari di tempat berbeda yakni Sabtu (23/2) di Aula SMAN 2 Maumere, dan Minggu (23/2) di Aula Mardiwiyata Maumere.
Dana pendidikan ini diterima langsung oleh orang tua atau orang tua wali. AHP menyerahkan dalam bentuk sertifikat dan dokumen tata pencairan. Nantinya pencairan dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan terlebih dahulu mengaktifasi rekening penerima.
PIP merupakan program pendidikan yang disalurkan kepada anak-anak sekolah yang sangat membutuhkan. PIP berbeda dengan Kartu Indonesia Pintar yang lebih dikenal dengan sebutan KIP. Untuk PIP penyalurannya hanya satu kali dalam satu tahun dengan nominal Rp 750.000 untuk tingkat sekolah menengah pertama, dan Rp 1 juta untuk tingkat sekolah menengah atas.
Ratusan orang tua dan orang tua wali penerima PIP sedang mendengarkan penjelasan anggota DPR RI AndreasHugo Pareira
Data penerima PIP diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mendapatkan laporan dari sekolah-sekolah. AHP sebagai salah satu wakil rakyat dari Daerah Pemilihan NTT 1 yang meliputi Flores, Lembata dan Alor diminta untuk ikut memperhatikan penyaluran dana pendidikan PIP, khusus untuk Dapil NTT 1.
“Sebenarnya saya ini di Komisi I DPR RI, tidak ada urusan langsung dengan pendidikan yang ada di Komisi X. Tapi saya perhatikan banyak sekali anak di Flores, Lembata dan Alor yang membutuhkan PIP. Apalagi ada juga penyaluran yang tidak tepat sasaran. Akhirnya saya koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan syukur kementerian memberikan dukungan positip,” ujar AHP.
AHP mengatakan pendidikan merupakan kunci dalam sebuah perubahan. Karena itu sesuai perintah undang-undang, maka pemerintah wajib menyediakan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN setiap tahun.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap PIP dapat membantu dan menyokong anak-anak penerima bantuan untuk menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan daerah. Dia mengingatkan untuk tidak melihat besaran jumlahnya, tapi sebaliknya bagaimana pemerintahan sekarang memberikan kepedulian kepada anak-anak sekolah yang layak mendapatkan PIP.
Pantauan media ini, para orang tua, orang tua wali dan pelajar penerima PIP memadati Aula SMAN 2 Maumere. Kapasitas aula tidak bisa menampung semangat para penerima PIP yang meluber hingga ke luar aula. Sebagian besar orang tua penerima PIP begitu antusias dengan program Presiden Jokowi yang dirasakan bermanfaat untuk anak-anak sekolah.
AHP berjanji akan berjuang agar kuota penerima PIP di Flores, Lembata dan Alor bisa meningkat setiap tahun, termasuk juga nominalnya. Dia mengingatkan untuk memanfaatkan dana pendidian sesuai dengan tujuannya.*** (eny)