Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Pantai Waioti

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 April 2019 - 09:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 51 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus orang tewas tenggelam di pantai kembali terjadi  lagi di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Kali ini kejadiannya di Pantai Waioti di Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur, Selasa (9/4). Korbannya adalah seorang bocah berusia 6 tahun.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang membenarkan peristiwa dugaan orang tenggelam yang mengakibatkan meninggal dunia. Bocah naas yang belum bersekolah itu bernama Nurul Hikma, warga RT/RW 010/003 Kelurahan Waioti.
Peristiwa yang menimpa Nurul Hikma ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.Saat itu korban bersama beberapa kawannya mandi di tepi pantai. Tiba-tiba menjadi heboh karena korban sudah tidak bernyawa. Hingga kini belum diketahui bagaimana kejadiannya sehingga korban bisa tenggelam.
Keluarga korban sempat memberikan pertolongan, dengan segera membawa korban ke RSUD TC Hillers Maumere yang letaknya kurang lebih 3 kilometer dri lokasi kejadian. Namun sebelum tiba di rumah sakit, korban sudha menghembuskan napas terakhir.
Sebelumnya dua orang pelajar tewas tenggelam di Pelabuhan Feri  Kewapante, Kamis (7/3) pagi sekitar pukul 09.30 Wita. Keduanya diketahui bernama Yakobus Imanuel alias Stefen, 19 tahun, warga Wolontibang Desa Namangkewa Kecamatan Kewapante, dan Wiwin Marianto Mitan, 22 tahun, seorang mahasiwa yang beralamat di Nitakloang Desa Kopong Kecamatan Kewapante.
Dua korban ini sedang mandi-mandi di pantai bersama tiga orang kawannya. Tiba-tiba gelombang besar datang menyapu dan menyeret keduanya. Korban baru ditemukan setelah dua hari sesudahnya.
Menyusul beberapa hari setelah itu, seorang belayan bernama Martinus Valentinus Diaz dikabarkan tenggelam di Pantai Nangahure saat sedang melaut. Tim SAR berhasil menemukan nelayan ini beberapa jam setelah kejadian. Korban masih dalam keadaan hidup.*** (eny)
Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru