Umat Muslim di Maumere Takbir Keliling Kampung Buton

0
220
Umat Muslim Takbir Keliling Kampung Buton
Suasana takbiran keliling di Kampung Buton Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Selasa (4/6) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, ratusan umat Muslim melakukan takbiran mengelilingi Kampung Buton di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Selasa (4/6) malam. Usai takbiran, Pengurus Masjid Al-Hidayah membagikan zakat kepada anak-anak miskin.
Kampung Buton merupakan salah satu wilayah yang penduduknya didominasi warga Muslim keturunan Sulawesi Selatan. Mereka hidup berbaur dengan masyarakat setempat. Kampung ini terletak persis di pinggir pantai, tidak jauh dari kompleks Pelabuhan Laurensius Say Maumere.
Takbiran keliling kampung, seperti sudah menjadi tradisi warga Muslim Kampung Buton dalam beberapa tahun terakhir ini. Setiap tahun umat Muslim di kampung itu melakukan takbiran dengam membawa obor yang bernyala. Mereka berjalan mengelilingi kampung sambil mengumandangkan doa dan syalawat.
“Ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena kami sudah menjalankan ibadah puasa dengan penuh iman. Kiranya kami semua selalu memiliki hati yang fitri untuk merayakan hari kemenangan,” ungkap la Ical, Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah.
Yang menarik dari kegiatan takbir keliling kampung ini adalah urusan keamanan yang dikoordinir umat Katolik setempat. Puluhan warga non Muslim menjaga keamanan takbiran keliling agar berlangsung kondusif dan semarak. Toleransi beragama di kampung ini sudah terkenal sejak dahulu kala. Biasanya Remaja Masjid Al-Hidayah akan membantu keamanan pada Hari Raya Natal dan Paskah.
Usai takbir keliling kampung sekitar 2 jam, dilanjutkan dengan pembagian zakat kepada anak-anak miskin. Puluhan anak yang mengikuti takbir pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka berebut mendapatkan zakat senilai Rp 10.000 yang dimasukan ke dalam amplop. Pembagian zakat ini berlangsung seru, karena terjadi rebutan amplop zakat yang dipegang oleh petugas.
La Rofik, merasa bersyukur bisa mendapatkan zakat. Meskipun nilainya kecil dan harus bersusah payah berebutan, bocah berusia 9 tahun ini tampak memegang erat amplop zakat yang berisikan uang. Dia berencana membelanjakan uang itu untuk kebutuhan air mineral saat mengikuti Sholat Id pada keesokan harinya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini