Usai Adu Mulut dengan Adik Kandung, Seorang Pelajar Gantung Diri

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 5 Juni 2019 - 01:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 36 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Waigete Iptu Siprianus Raja Aparat bersama Paur Identifikasi Polres Sikka David Daud Jeradu melakukan olah tempat kejadian perkara gantung diri di Desa Timutawa Kecamatan Talibura, Selasa (4/6)

Kapolsek Waigete Iptu Siprianus Raja Aparat bersama Paur Identifikasi Polres Sikka David Daud Jeradu melakukan olah tempat kejadian perkara gantung diri di Desa Timutawa Kecamatan Talibura, Selasa (4/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus gantung diri terus menjadi trend di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Kali ini, Selasa (4/6), dilakukan HW, seorang pelajar berusia 19 tahun. Dia nekad gantung diri usai adu mulut dengan adik kandung sendiri.
Peristiwa ini terjadi di perkebunan Jegu, tepatnya di Dusun Ekko Desa Timutawa Kecamatan Talibura. Diperkirakan peristiwa ini terjadi pada pukul 12.00 Wita. Kapolsek Waigete Iptu Siprianus Raja dan Paur Identifikasi Polres Sikka David Daud Jeradu langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang kepada media ini, Selasa (4/6) petang, menjelaskan aparat kepolisian menerima laporan tentang kejadian gantung diri dari Nikolaus Nanga, seorang warga di dusun itu.
Rickson Situmorang mengatakan sebelum ditemukan gantung diri, informasinya korban pagi itu sekitar pukul 09.30 Wita sempat beradu muut dengan LK, yang adalah adik kandungnya. Belum diketahui apa yang menjadi pemicu hingga dua kakak beradik itu bertengkar.
Pertengkaran ini sempat disaksikan Marselinus Lado, ayah mereka, yang waktu itu baru pulang dari kebun. Marselinus Lado pun memanggil kedua anaknya, lalu memberi nasehat. Setelah itu korban masuk ke dalam kamar, dan kemudian tanpa sepengetahuan orang tua, korban meninggalkan rumah menuju kebun.
Sekitar jam 11.30 wita ibu korban pergi ke kebun untuk membersihkan rumput. Sedang asyik membersihkan rumput, ibu korban melihat HW dalam keadaan tergantung pada ranting pohon mete. Leher korban terbelit oleh seutas tali nilon berwarna biru.
Dalam keadaan panik, ibu korban mendekati tubuh anaknya. Dia masih sempat memegang tubuh HW, dan merasakan badan korban masih hangat. Spontan ibu korban langsung memotong tali nilon untuk menyelamatkan nyawa anaknya. Namun saat itu ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.
Rickson Situmorang menambahkan aparat kepolisian bersama keluarga membawa korban ke Puskesmas Boganatar. Petugas medis bernama Selviana Erlinda Girek langsung melakukan pemeriksaan luar. Pada Tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Keluarga korban menolak dilakukan otopsi, dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Setelah pemeriksaan medis, keluarga membawa korban untuk disemayamkan di rumah duka.*** (eny)
Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru