Usai Adu Mulut dengan Adik Kandung, Seorang Pelajar Gantung Diri

0
387
Usai Adu Mulut dengan Adik Kandung, Seorang Pelajar Gantung Diri
Kapolsek Waigete Iptu Siprianus Raja Aparat bersama Paur Identifikasi Polres Sikka David Daud Jeradu melakukan olah tempat kejadian perkara gantung diri di Desa Timutawa Kecamatan Talibura, Selasa (4/6)
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus gantung diri terus menjadi trend di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Kali ini, Selasa (4/6), dilakukan HW, seorang pelajar berusia 19 tahun. Dia nekad gantung diri usai adu mulut dengan adik kandung sendiri.
Peristiwa ini terjadi di perkebunan Jegu, tepatnya di Dusun Ekko Desa Timutawa Kecamatan Talibura. Diperkirakan peristiwa ini terjadi pada pukul 12.00 Wita. Kapolsek Waigete Iptu Siprianus Raja dan Paur Identifikasi Polres Sikka David Daud Jeradu langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang kepada media ini, Selasa (4/6) petang, menjelaskan aparat kepolisian menerima laporan tentang kejadian gantung diri dari Nikolaus Nanga, seorang warga di dusun itu.
Rickson Situmorang mengatakan sebelum ditemukan gantung diri, informasinya korban pagi itu sekitar pukul 09.30 Wita sempat beradu muut dengan LK, yang adalah adik kandungnya. Belum diketahui apa yang menjadi pemicu hingga dua kakak beradik itu bertengkar.
Pertengkaran ini sempat disaksikan Marselinus Lado, ayah mereka, yang waktu itu baru pulang dari kebun. Marselinus Lado pun memanggil kedua anaknya, lalu memberi nasehat. Setelah itu korban masuk ke dalam kamar, dan kemudian tanpa sepengetahuan orang tua, korban meninggalkan rumah menuju kebun.
Sekitar jam 11.30 wita ibu korban pergi ke kebun untuk membersihkan rumput. Sedang asyik membersihkan rumput, ibu korban melihat HW dalam keadaan tergantung pada ranting pohon mete. Leher korban terbelit oleh seutas tali nilon berwarna biru.
Dalam keadaan panik, ibu korban mendekati tubuh anaknya. Dia masih sempat memegang tubuh HW, dan merasakan badan korban masih hangat. Spontan ibu korban langsung memotong tali nilon untuk menyelamatkan nyawa anaknya. Namun saat itu ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.
Rickson Situmorang menambahkan aparat kepolisian bersama keluarga membawa korban ke Puskesmas Boganatar. Petugas medis bernama Selviana Erlinda Girek langsung melakukan pemeriksaan luar. Pada Tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Keluarga korban menolak dilakukan otopsi, dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Setelah pemeriksaan medis, keluarga membawa korban untuk disemayamkan di rumah duka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini