Video Kekerasan Pelajar di Sikka Sempat Jadi Viral

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2019 - 16:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 68 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku tindakan kekerasan di SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere

Pelaku tindakan kekerasan di SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Warganet di Kabupaten Sikka, Selasa (11/6),  sempat heboh dengan video kekerasan pelajar. Video ini beredar luas di media sosial, dishare oleh akun Blido Patricia Zanvalter pada grup facebook bernama Forum Peduli Rakyat Sikka (FPRS).
Ada dua buah video dengan durasi masing-masing 29 detik. Tampak dua orang pelajar yang berseragam sekolah sedang melakukan tindakan penganiayaan terhadap dua pelajar lainnya, dengan cara menempelng berulang-ulang kali.
Salah seorang korban mengenakan seragam yang sama dengan yang dikenakan pelaku. Diduga pelaku dan korban berasal dari satu sekolah yang sama. Setelah ditelusuri, ternyata pelaku dan korban bersekolah di SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere.
Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere Minsri M. Sadipun, Rabu (12/6), membenarkan wajah pada video tersebut adalah anak-anak asuhannya. Dia menyebutkan ada empat siswa yang terlibat dalam tindakan kekerasan yakni 2 siswa sebagai pelaku, 1 siswa bertugas untuk foto, dan 1 siswa bertugas untuk merekam video.
“Kami sudah panggil anak-anak itu, sekalian dengan orang tua mereka. Dua korban dan orangtuanya juga kami panggil,” ujar Minsri Sadipun.
Dia berencana akan melaporkan 4 siswa yang terlibat tindakan kekerasan dan mengupload rekaman video tindakan kekerasan. Minsri Sadipun mengaku nama baik sekolahnya menjadi tercoreng atas ulah 4 siswa tersebut.
Diketahui pelaku tindakan kekerasan merupakan siswa Kelas Tingkat 2 berinitial RF dan WOB. Sedangkan korban adalah siswa Tingkat 1 berinitial AMN dan SNI. Yang memfoto berinitial VD, dan yang mengupload rekaman video berinitial AN. Ego senioritas menjadi faktor utama terjadinya tindakan kekerasan.*** (eny)
Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru