Setnov Kepergok Pelesir di Toko Bangunan  

0
54
Setnov Kepergok Pelesir di Toko Bangunan
Setya Novanto kepergok datang ke toko bangunan mewah di Padalarang Kabupaten Bandung Barat (foto: detik.com)
Padalarang-SuaraSikka.com: Terpidana kasus korupsi megaproyek E-KTP Setya Novanto kepergok pelesiran ke sebuah toko bangunan mewah yang berada di kawasan Kota Baru Parahyangan Padalarang Kabupaten Bandung Barat Propinsi Jawa Barat, (14/6) sore. Foto pelesir Setnov pun beredar luas. Gara-gara kasus ini, mantan Ketua Umum  Partai Golkar itu diisolasi di Rutan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat Liberti Sitinjak menjelaskan awalnya Novanto dirawat di RS Santosa Bandung sejak 12 Juni 2019. Novanto dijadwalkan pulang pada Jumat (14/6) kemarin.
“Nah hari Jumat menurut dokternya sudah bisa pulang. Lalu petugas pengawal telepon ke kantor untuk dijemput,” ucap Liberti, Sabtu (15/6), seperti dikutip dari detik.com.
Setnov dirawat di lantai 8 rumah sakit tersebut. Kemudian, sekitar pukul 13.45 WIB, dia meminta izin kepada petugas pengawal untuk ke lantai dasar. Petugas lantas mempersilakan turun ke bawah tanpa pengawalan. Sebab saat minta izin, Setnov menggunakan kursi roda dengan istrinya.
Petugas pengawal lantas menunggu di ruang perawatan. Namun, sudah sampai 2 jam lamanya Setnov tidak kunjung kembali ke ruang perawatan. Petugas lalu mengecek ke lantai dasar, ternyata yang bersangkutan tidak ada. Setnov bari kembali le ruang perawatan pada pukul 17.45 WIB.
Sekembalinya ke rumah sakit, Novanto langsung dibawa kembali ke Lapas Sukamiskin. Dia dan pengawalnya diperiksa terkait temuan kabar pelesiran ke Padalarang. Liberti lantas mengambil tindakan dengan memindahkan Novanto ke Rutan Gunung Sindur.
Setnov Kepergok Pelesir di Toko Bangunan
Toko bangunan mewah yang didatangi Setya Novanto dan istrinya (Foto: detik.com)
“Ini ada kelalaian, anak buah kita terlalu percaya. Saya minta maaf kepada publik. Anak buah saya belum menjalankan SOP dengan baik,” katanya.
Setnov langsung dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur pada Sabtu, (15/6) dini hari. Novanto ditempatkan di sel isolasi dengan keamanan ketat pada rutan tersebut. Dia tidak akan bebas keluar masuk sel saat di Gunung Sindur. Termasuk izin berobat pun akan jauh lebih sulit didapatnya.
Sementara itu, Novanto dan pengawalnya masih akan diperiksa terkait peristiwa tersebut. Kemenkum HAM menduga ada pelanggaran prosedur pada saat petugas melaksanakan tugasnya. Nantinya akan ada sanksi administratif jika ditemukan adanya pelanggaran bagi petugas pengawal.
Salah seorang karyawan toko bangunan mengatakan, Deisti Astriani Tagor, istri Setnov lebih aktif dalam menanyakan berbagai produk yang berada di toko tersebut. Dia mengaku sempat berbincang dengan Setnov, mengenai beberapa hal, salah satunya harga dan kualitas produk.
Menurut keterangannya, Setnov datang menumpang mobil BMW Suv tanpa ada pengawalan petugas. Setbov naik ke mobil tersebut bersama tiga orang lainnya, dua laki-laki dan satu perempuan.
Pada saat kunjungan Setnov, di dalam toko terdapat sejumlah pengunjung lainnya. Para pengunjung tidak terlalu memperhatikan sosok tersebut. Namin setelah dicocokan ke internet, baru diktahui laki-laki itu adalah Setnov.
Dalam foto yang beredar, Setnov tampak mengenakan kemeja lengan pendek, memakai topi hitam dan wajahnya ditutup masker. Novanto tampak berbincang dengan seorang wanita berjilbab yang tengah menenteng tas berwarna merah yang merupakan istrinya, Deisti Astriani Tagor.
Jurubicara KPK Febri Diansyah menegaskan dengan berulangnya publik melihat ada narapidana yang berada di luar Lapas, hal tersebut tentu akan berisiko bagi kredibilitas Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Ditjen Pas, yang memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab agar lapas dikelola dengan baik.
Febri Diansyah mengatakan KPK mengingatkan Ditjen Pas tetap berupaya menjalankan rencana aksi perbaikan pengelolaan lapas yang sudah pernah disusun dan dikoordinasikan dengan KPK. Ini penting agar publik tahu bahwa selama ini memang ada upaya melakukan perbaikan.
Penelti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai kejadian Setnov yang diketahui pelesiran semakin menegaskan bahwa ada persoalan serius dalam pengelolaan serta pengawasan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Tentu karena lapas berada di wilayah kerja Kementerian Hukum dan HAM maka Menteri Yasonna Laoly dan Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami wajib ambil tanggung jawab atas peristiwa ini.*** (*/eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini