Bupati Sikka dan Ketua Fraksi PKPI Ribut Gara-Gara Garam dan Dapur

0
79
Bupati Sikka dan Ketua Fraksi PKPI Ribut Gara-Gara Garam dan Dapur
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong terlibat ribut dengan Ketua Fraksi PKP Indonesia Alfridus Melanus Aeng, Rabu (26/6). Uniknya, persoalannya dipicu masalah sepele saja, hanya tentang garam dan dapur.
Tontonan ini terkesan memalukan karena dua pejabat panutan itu tampak tidak mampu mengendalikan emosional. Apalagi dipertontonkan pada sidang paripurna yang terbuka untuk umum. Rapat paripurna itu tidak saja menghadirkan legislatif dan eksekutif, tetapi disaksikan juga sejunlah masyarakat.
Ribut-ribut itu berawal dari penjelasan Bupati Sikka terhadap tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) tahun 2020. Bupati Sikka yang duduk berdampingan dengan pimpinan sidang, memberikan penjelasan untuk menanggapi sikap politik beberapa fraksi di DPRD yang meminta menghentikan kebijakan penganggaran TPP pada tahun 2020.
Robby Idong mempertahankan anggaran TPP pada tahun 2020, dengan  menggambarkan keprihatinannya terhadap pendapatan ASN. Dia menyinggung soal masalah garam dan urusan dapur yang terkadang membebankan juga ASN.
Rupanya penjelasan yang singkat itu memicu Alfridus Melanus Aeng untuk menanggapi balik. Dengan agak emosional dia meminta hak bicara kepada Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David yang memimpin sidang. Dia pun menyela dengan menyampaikan ilustrasi tentang garam dan urusan dapur tidak elok dibawa ke paripurna.
Robby Idong pun langsung menimpali dengan suara tinggi dan emosional bahwa dia belum selesai memberikan penjelasan. Dia mengatakan saat Alfridus Melanus Aeng menyampaikan pendapat, dia mendengarkanya. Karena itu dia meminta Alfridus Melanus Aeng mendegarkan dulu penjelasannya.
Bupati Sikka juga menyebut sudah dua kali Alfridus Melanus Aeng menyela pembicaraannya. Saat yang sama terdengar teriakan-teriakan spontan dari arah ASN yang sepertinya mendukung sikap Bupati Sikka.
Donatus David selaku pimpinan sidang langsung mengendalikan situasi yang tidak kondusif itu. Dia meminta Alfridus Melanus Aeng tidak dulu menanggapi penjelasan Bupati Sikka. Donatus David kemudian memberikan kesempatan kepada Bupati Sikka untuk melanjutkan penjelasan. Akhirnya Bupati Sikka pun melanjutkan penjelasan terkait TPP.
Perang mulut pun kemudian terjadi lagi, ketika Bupati Sikka memberikan penjelasan tentang nota kesepahaman atau MoU terkait bantuan pendidikan. Kali ini perdebatan terjadi antara Bupati Sikka dan Ketua Fraksi Partai Nasdem Siflan Angi. Perdebatan itu menyangkut pemahaman tentang definisi MoU. Lagi-lagi Bupati Sikka dan Ketua Fraksi Partai Nasdem sama-sama tidak mengontrol emosi, karena langsung berbalas pendapat dengan mengabaikan   mekanisme sidang paripurna. Debat ini pun tidak berlangsung lama.
Di akhir penjelasannya, Bupati Sikka meminta maaf kepada Alfridus Melanus Aeng dan Siflan Angi akibat silang pendapat antara mereka. Usai sidang paripurna, Bupati Sikka menyambangi dua pimpinan fraksi itu, dan berjabatan tangan saling memaafkan.
Debat mulut antara Bupati Sikka dan anggota DPRD Sikka ini dalam mekanisme proses pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) TA 2020. Pada saat kejadian ribut tersebut, agenda ini sudah memasuki keterangan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini