Kalangan Milenial Elus Karolin Margret Natasa Jadi Menteri

0
121
Kalangan Milenial Elus Karolin Margret Natasa Jadi Menteri
Ketua PP Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa beberapa waktu lalu di Kabupaten Sikka
Maumere-SuaraSikka.com: Bursa calon menteri Kabinet Gotong Royong terus bergulir. Kalangan milenial pun tidak mau ketinggalan. Kini mereka mengelus politisi muda dari PDI Perjuangan. Dia adalah Karolin Margret Natasa, yang juga adalah Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik.
Nama Karolin Margret Natasa tidak sekedar meramaikan bursa. Perempuan kelahiran Mempawah 12 Maret 1982 itu dianggap layak menempati salah satu posisi menteri. Dia telah banyak berjibaku dalam urusan kemasyarakatan, apalagi dengan basis sebagai seorang dokter.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta Tahun 2007 ini, memiliki rekam jejak yang sangat terukur. Selain sebagai Ketua PP Pemuda Katolik, dia juga pernah dua periode sebagai anggota DPR RI, dan kini dipercayakan rakyat menjadi Bupati Landak Propinsi Kalimantan Barat.
Dengan usia yang masih muda, 37 tahun, ditambah sepak terjang dalam politik nasional, dokter cantik ini diyakini bisa mewakili kalangan mileneal dalam mendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk membangun Indonesia lima tahun ke depan.
Ronald da Gomez selaku Ketua Bidang Organisasi Pemuda Katolik meyakinkan  Karolin Margret Natasa adalah kader PDI Perjuangan yang mumpuni duduk di barsan kabinet. Hemat dia, perempuan yang disapa Karolin itu, memiliki kemampuan yang sudah teruji. Apalagi, Karolin juga memiliki jiwa dan semangat pekerja seperti Presiden Joko Widodo.
“Banyak sekali anak muda, kalangan mileneal, yang pantas dan layak jadi menteri. Karolin salah satunya. Dia kader partai dengan kemampuan yang terukur untuk kepentingan nasonal,” ujar Caretaker Pemuda Katolik Komda NTT itu.
Karolin awalnya hanyalah seorang dokter di salah satu puskesmas di daerahnya. Dari fakta-fakta objektif yang ditemukan di tengah masyarakat, dia menemukan banyak persoalan yang dihadapi rakyat. Salah satu cara memecahkan persoalan tersebut yakni dengan advokasi. Dia pun memilih jalur politik untuk menjawabi keresahannya.
Politik bukan barang baru bagi Karolin. Dia lahir dari keluarga politik. Ayahnya adalah Gubernur Kalimantan Barat. Praktis, dia memahami benar pesoalan-persoalan kemasyarakatan. Dan dari situ, dia tahu dan sadar apa yang harus dia lakukan untuk kepentingan banyak orang.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini