Kapal Roro Terdampar 1 Minggu, Pengusaha Sikka Menjerit

0
233
Kapal Roro Terdampar 1 Minggu, Pengusaha Sikka Menjerit
KMP Windu Karsa Dwytia di Pelabuhan Penyeberangan Kewapante Kabupaten Sikka
Maumere-SuaraSikka.com: Sejunlah pengusaha di Kabupaten Sikka yang memanfaatkan jasa transportasi laut kini mulai menjerit. Mereka gagal mengirimkan hasil perdagangan tepat waktu. Pasalnya kapal roro KMP Windu Karsa Dwytia dikabarkan terdampar selama 1 minggu di Pelabuhan Penyeberangan Kewapante di Kabupaten Sikka.
Windu Karsa Dwytia sudah melayani empat kali trip pulang pergi dengan rute Surabaya-Maumere PP. Untuk trip kelima, kapal ini kembali bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Kewapante, Kamis (11/7). Rencananya akan diberangkatkan ke Surabaya pada Jumat (12/7). Namun jadwal pemberangkatan berubah drastis, karena ditunda sampai Rabu (17/7) mendatang.
Penundaan keberangkatan membuat para pengusaha kecewa. Mereka pun terpaksa menunda pengiriman hasil perdagangan ke mitra kerja atau perusahaan yang ada di wilayah Jawa Timur. Kondisi ini berdampak merugikan mereka secara finansial, termasuk menurunnya tingkat kepercayaan dari mitra kerja.
Seorang pengusaha pisang mentah, mengaku rugi puluhan juta rupiah. Dia sudah berbelanja ratusan tandan pisang untuk dikirm ke Pulau Jawa. Pisang-pisang tersebut sudah dimuat ke truk untuk seterusnya diseberangkan melalui kapal roro. Namun karena penundaan keberangkatan, akhirnya ratusan pisang mentah menjadi matang, sehingga tidak lagi memiliki harga jual.
“Informasinya Jumat besok (hari ini, Red) berangkat ke Surabaya. Tiba-tiba kami dapat kabar minggu depan baru jalan karena alasan belum ada BBM subsidi. Wah, ini sangat merugkan pengusaha. Kalau satu minggu lagi yah ini pisang jadi matang semua,” terang pengusaha yang minta namanya tidak ditulis, Kamis (11/7) malam.
Simpli Maralalu, slah seorang staf bagian operasional PT Windu Karsa yang ditemui Kamis (11/7) membenarkan kapal roro baru akan dibernagkatkan pada minggu depan. Menurut dia, manajemen masih menunggu kepastian tentang persetujuan BBM subsidi yang sedang diperjuangkan pemerintah daerah setempat di Direktorat BPH Migas.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Verdinando Lepe yang dihubungi di ruang kerjanya menjelaskan pemerintah setempat tengah memperjuangkan bantuan BBM subsidi untuk operasional KMP Windu Karsa Dwytia. Dia mengatakan untuk urusan tersebut, sementara ini Kepala Dinas Perhubungan Sirilus Wihelmus sedang berada di Jakarta dalam rangka melakukan komunikasi dengan Direktur BPH Migas.
Informasi yang dihimpun media ini, PT Windu Karsa selaku pengelola KMP Windu Karsa Dwytia melayangkan surat permohonan kepada Bupati Sikka untuk mendapatkan bantuan BBM subsidi. Bupati Sikka pun kemudian melanjutkan bersurat secara resmi kepada Direktur BPH Migas untuk memohon persetujuan bantuan BBM subsidi.
Dikabarkan PT Windu Karsa berkepentingan mendapatkan BBM subsidi untuk menekan biaya operasional KMP Windu Karsa Dwytia dalam rangka melayani trasportasi laut. Jika menggunakan BBM non subsidi yang biayanya jauh lebih besar, bisa dipastikan kapal roro ini tidak sanggup melayani jasa transportasi laut Surabaya-Maumere PP.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini