Rabies Serang 9 Kecamatan, 2 Orang Meninggal

0
89
Rabies Serang 9 Kecamatan, 2 Orang Meninggal
Ilustrasi
Maumere-SuaraSikka: Serangan virus rabies di Kabupaten Sikka semakin menggila. Untuk tahun 2019 ini, dalam rentang waktu Januari hingga Juli, hewan penular rabies (HPR) sudah menyerang warga 16 desa/kelurahan di 9 kecamatan. Tercacat dua orang yang meninggal akibat gigitan HPR.
Data yang dihimpun media ini HPR menyerang warga di Desa Bola Kecamatan Bola, Desa Nita dan Riit di Kecamatan Nita, Desa Habi di Kecamatan Kangae,  Desa Kokowahor dan Waiara di Kecamatan Kewapante, Desa Egon, Pogon, Hoder, dan Wairblerer di Kecamatan Waigete, Desa Nenbura di Kecamatan Doreng, Desa Iligai dan Lela di Kecamatan Lela, Desa Koting A dan Koting B di Kecamatan Koting, dan Kelurahan Kota Baru di Kecamatan Alok Timur.
Sudah 19 spesimen yang dinyatakan positip rabies. Diperkirakan kasus positip rabies masih akan terus meningkat. Sementara itu persediaan vaksin rabies untuk vaksinasi HPR masih terbatas, hanya untuk 40 persen dari total populasi. Demikian pun ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia juga terbatas.
Terkait dengan kondisi ini, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo telah mengeluakan pengumuman melalui surat Nomor Distan 524.3/194/VII/2019 tertanggal 8 Juli 2019. Pengumuman itu ditujukan kepada para camat, para kepala desa, aparatur sipil negara, serta seluruh warga masyarakat di daerah itu.
Pengumuman itu dalam kaitan untuk mencegah penyebarluasan virus rabies pada hewan, dan mencegah penularannya pada manusia. Bupati Sikka mengingatkan kepada semua pemilik anjing  agar mengikat atau mengurungkan anjing dan tidak melepaskan berkeliaran di lingkungan masyarakat. Para pemilik anjing diminta untuk tidak membawa anjing dari dan ke wilayah desa atau kecamatan lainnya.
“Saya tegaskan kepada seluruh ASN untuk turut menyebarluaskan informasi ini. Bagi yang memiliki anjing agar menjadi contoh sebagai pemilik anjing yang bertanggungjawab,” seru Bupati Sikka yang biasa disapa Robby Idong.
Robby Idong juga mengingatkan para camat, kepala desa, ASN, serta seluruh warga masyarakat untuk melaporkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka atas setiap kasus gigitan atau perubahan perilaku anjing.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini