Rabies Serang 9 Kecamatan, 2 Orang Meninggal

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 13 Juli 2019 - 10:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka: Serangan virus rabies di Kabupaten Sikka semakin menggila. Untuk tahun 2019 ini, dalam rentang waktu Januari hingga Juli, hewan penular rabies (HPR) sudah menyerang warga 16 desa/kelurahan di 9 kecamatan. Tercacat dua orang yang meninggal akibat gigitan HPR.
Data yang dihimpun media ini HPR menyerang warga di Desa Bola Kecamatan Bola, Desa Nita dan Riit di Kecamatan Nita, Desa Habi di Kecamatan Kangae,  Desa Kokowahor dan Waiara di Kecamatan Kewapante, Desa Egon, Pogon, Hoder, dan Wairblerer di Kecamatan Waigete, Desa Nenbura di Kecamatan Doreng, Desa Iligai dan Lela di Kecamatan Lela, Desa Koting A dan Koting B di Kecamatan Koting, dan Kelurahan Kota Baru di Kecamatan Alok Timur.
Sudah 19 spesimen yang dinyatakan positip rabies. Diperkirakan kasus positip rabies masih akan terus meningkat. Sementara itu persediaan vaksin rabies untuk vaksinasi HPR masih terbatas, hanya untuk 40 persen dari total populasi. Demikian pun ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia juga terbatas.
Terkait dengan kondisi ini, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo telah mengeluakan pengumuman melalui surat Nomor Distan 524.3/194/VII/2019 tertanggal 8 Juli 2019. Pengumuman itu ditujukan kepada para camat, para kepala desa, aparatur sipil negara, serta seluruh warga masyarakat di daerah itu.
Pengumuman itu dalam kaitan untuk mencegah penyebarluasan virus rabies pada hewan, dan mencegah penularannya pada manusia. Bupati Sikka mengingatkan kepada semua pemilik anjing  agar mengikat atau mengurungkan anjing dan tidak melepaskan berkeliaran di lingkungan masyarakat. Para pemilik anjing diminta untuk tidak membawa anjing dari dan ke wilayah desa atau kecamatan lainnya.
“Saya tegaskan kepada seluruh ASN untuk turut menyebarluaskan informasi ini. Bagi yang memiliki anjing agar menjadi contoh sebagai pemilik anjing yang bertanggungjawab,” seru Bupati Sikka yang biasa disapa Robby Idong.
Robby Idong juga mengingatkan para camat, kepala desa, ASN, serta seluruh warga masyarakat untuk melaporkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka atas setiap kasus gigitan atau perubahan perilaku anjing.*** (eny)
Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru