Maumere-SuaraSikka.com: Seorang ibu muda berusia 17 tahun, diketahui gantung diri di ruang tamu, Minggu (14/7) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita. Padahal korban yang berinitial UN itu baru saja bersama suaminya PUD, 20 tahun, pulang dari pesta sambut baru.
Peristiwa yang masih diselimuti misteri ini, terjadi di Huler Wuat RT/RW 002/001 Dusun Hokor Desa Hokor Kecamatan Bola. Sebelumnya tidak ada masalah antara pasutri muda tersebut. UN dan PID baru berumah tangga sekitar 4 bulan, tetapi belum menikah secara resmi. Keduanya belum memiliki anak.
Kapolsek Bola Ipda Darius Dewa yang dihubungi media ini dari Maumere, membenarkan telah terjadi peristiwa gantung diri. Dia mengarahkan media ini untuk langsung mengonfirmasi kepada Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang. Sementara Kapores Sikka yang dihubungi melalui WhattsApp, belum memberikan keterangan.
Informasi yang dihimpun media ini, menerangkan bahwa UN dan PID pulang pesta sambut baru sekitar pukul 00.00 Wita. Sesampai di rumah mereka, keduanya langsung istirahat. Sekitar setengah jam sesudahnya, PID bangun dari tidur untuk ke kamar kecil. Saat itu dia tidak melihat lagi UN di tempat tidur.
Sekembali dari toliet, dia terhentak kaget melihat istrinya dalam posisi tergantung. Terlihat seutas tali nilon berwarna hijau yang diikat ke regel rumah, tepatnya di atas ruang tamu yang berkuran 4×6 meter. PID langsung bergegas memberikan pertolongan, dengan cara menurunkan korban. Namun ternyata korban sudah meninggal dunia.
Ambrosius Bala, ayah kandung korban pun melaporkan peristiwa ini ke SPKT Polsek Bola pada pukul 06.00 Wita. Atas laporan tersebut, Kapolsek Bola Ipda Darius Dewa bersama anggota Polsek Bola dan Kanit Identifikasi Polres Sikka Aipda David Djeradu langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan memberikan tindakan kepolisian.
Pihak kepolisian ikut mengantar jenazah korban ke rumah duka di Kampung Bora Blupur Desa Persiapan Bora Blupur Kecamatan Bola. Menurut rencana korban akan dimakamkan pada Senin (17/7) besok. Hingga kini belum diketahui penyebab peristiwa gantung diri ini.*** (eny)