Wakil Direksi UD Fajar Sherly Elisabeth Lomi sedang memberikan penjelasan tekait rencana ekspor komoditi di di Aula Setda Kantor Bupati Sikka, Senin (15/7)
Maumere-SuaraSikka.com: Komoditi dari Kabupaten Sikka akan menembus pasaran luar negeri. Setidaknya itu yang sedang dilakukan manajemen UD Fajar, perusahaan yang sudah 20 tahun bergerak di urusan hasil bumi. Namun perusahaan ini meminta agar agar instansi berwenang mempercepat proses izin, sebagaimana semangat yang disampaikan Presiden Joko Widodo.
Sherly Elisabeth Lomi selaku Wakil Direksi UD Fajar mengaku sudah satu bulan lalu mengajukan permohonan izin ekspor komoditi. Namun dia belum mendapatkan persetujuan izin ekspor. Alasannya karena pihak-pihak terkait di Kabupaten Sikka belum memiliki otoritas mengeluarkan izin ekspor, sehingga harus berkoordinasi secara struktural hingga ke tingkat pusat.
Rencananya UD Fajar akan mengekspor beberapa jenis komoditi seperti mente, kakao, dan cengkeh. Alexander Ruslie, Direktur UD Fajar mengatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengekspor hasil komoditi yang lain. Semuanya tergantung kebutuhan dan permintaan pasar.
Akibat mengalami kendala perizinan, Sherly Lomi pun melakukan komunikasi dengan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Dari komunikasi lisan itu, Bupati Sikka menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi perangkat darrah (OPD), bersama pimpinan Kantor Bea dan Cukai Maumere dan Kantor Karantina Tumbuhan, Senin (15/7). Sherly Lomi pun dihadirkan pada pertemuan yang berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati Sikka. Dia diberi ruang menyampaikan rencana ekspor komoditi ke luar negeri.
Sebagai pegusaha hasil bumi yang cukup terkenal di Kabupaten Sikka, Sherly Lomi mengatakan sebenarnya lebih mudah melakukan ekspor melalui Surabaya. Namun pihaknya tidak mau menempuh jalur itu.
Dia ingin sekali hasil komoditi diekspor langsung dari Maumere. Dengan mengekspor dari Maumere, katanya, daerah ini akan mendapatkan keuntungan seperti dikenalnya Kabupaten Sikka sebagai daerah sumber asal komoditi. Selain itu juga, daerah ini juga menerima pendapatan dari sisi bagi hasil pajak.
Pelaksana Harian Kantor Bea dan Cukai Maumere memberikan dukungan ekspor komoditi ke luar negeri
“Kalau mau gampang kan kami bisa saja urus izin ekspor dari Surabaya. Tapi kami tidak mau begitu. Sebagai anak tanah, kami juga ingin berkontribusi untuk daerah ini. Jadi kami ingin izinnya dari sini,” ujar Sherly Lomi.
Bupati Sikka Frasiskus Roberto Diogo memberikan dukungan penuh kepada UD Fajar yang ingin mengekspor komoditi dari daerah ini. Dia meminta Kantor Bea dan Cukai Maumere serta Kantor Karantina Tumbuhan untuk membantu mempercepat proses perizinan.
Pelaksana Harian Kantor Bea dan Cukai Maumere Omben Subarlin mengaku senang dan akan mendukung upaya ekspor komoditi yang direncanakan UD Fajar. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi struktural guna memperlancar dan mempercepat proses izin.
Sherly Lomi menambahkan UD Fajar akan mengekspor komoditi ke beberapa negara seperti Vietnam, Singapura, Malaysia, India, dan beberapa negara lainnya. Dengan jaringan pasar yang dimiliki, pihaknya akan terus melakukan survei pasar pada negara-negara tujuan.*** (eny)