Sikka KLB Rabies, 9 Kecamatan Siaga
Dibaca 24 kali
Ilustrasi
Maumere-SuaraSikka.com: Dua warga masyarakat Kabupaten Sikka diketahui meninggal akibat virus rabies. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pagi tadi telah menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Setidaknya 9 kecamatan masuk dalam wilayah siaga yaitu Waigete, Doreng, Bola, Kangae, Kewapante, Alok Timur, Koting, Lela, dan Nita.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali, Selasa (16/7), mengatakan selama tahun 2019 ini telah terjadi 775 kasus gigitan anjing. Dari jumlah kasus itu, pihaknya telah mengirim 45 spesimen otak anjing ke Balai Besar Veteriner di Denpasar.
“Ada 41 spesimen otak yang sudah terdeteksi, di mana 23 spesimen positip rabies. Sementara 4 spesimen masih dideteksi. Dan dari kasus gigitan itu ada dua orang yang meninggal di bulan Mei lalu, 1 dari Egon dan 1 dari Hoder,” jelas Hengki Sali usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan rabies di Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (16/7).
Dia mengatakan Kabupaten Sika telah melakukan penaggulangan rabies sejak tahun 1998. Kasus kematian warga akibat virus rabies baru terjadi pada tahun 2018, di mana ada 1 warga yang meninggal, dan pada tahun 2019 2 orang yang meninggal. Menurut dia, kondisi ini mengindikasikan lonjakan yang tinggi, sehingga sesuai aturan kesehatan bisa dinyatakan sebagai KLB.
Terkait KLB, Dinas Pertanian yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, berencana akan melakukan vaksinasi darurat dan eliminasi selektif terhadap hewan penyebar rabies (HPR). Langkah yang ditempuh ini diprioritaskan terlebih dahulu di 9 kecamatan yang rentan virus rabies.
Hengki Sali bersama kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Neni telah melakukan rapat koordinasi dengan para camat dari 9 kecamatan untuk memantapkan langkah-langkah vaksinasi darurat dan eliminasi selektif.*** (eny)