Dikabarkan Anak Hilang di Malaysia, Ibu Kandung Gantung Diri
Dibaca 65 kali
Unit Identifikasi Polres Sikka sedang melakukan olah tempat kejadian perkara gantung diri di Desa Heopuat Kecamatan Hewokloang, Rabu (17/7)
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus gantung diri kembali terjadi lagi di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Ini kasus yang kesebelas selama tahun 2019. Masalahnya hanya sepele saja. Gara-gara dikabarkan anaknya hilang di Malaysia, DD, sang ibu kandung mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Kloangaur RT/RW 012/006 Desa Heopuat Kecamatan Hewokloang, Rabu (17/7) sekitar pukul 06.00 Wita. Polisi mengetahui peristiwa ini setelah mendapat laporan dari anak korban yang bernama Simprianus Teok, yang juga adalah Kepala Seksi Pemerintahan Desa Heopuat.
Kapolres Sikka melalui Kapolsek Kewapante Iptu Petrus Kanisius yang dihubungi media ini, membenarkan terjadinya peristiwa gantung diri oleh seorang perempuan berusia 70 tahun. Dugaan sementara, perempuan itu mengalami stress karena anaknya bernama Nikodemus Kleko dikbarkan hilang di Malaysia.
“Dugaan sementara karena stress. Ibu ini mendengar kabar anaknya hilang di Malaysia. Keluarga sudah berupaya mencari, tapi belum ditemukan hingga sekarang. Mungkin saja karena itu akhirnya korban gantung diri,” jelas Petrus Kanisius.
Petrus Kanisius menjelaskan sekitar pukul 06.00 Wita, Simprianus Teok bangun tidur dan langsung menuju ke dapur. Saat itu dia melihat tubuh korban tergantung pada pohon jambu mente yang berada di kebun korban. Jarak antara rumah korban dan tempat kejadian perkara sekitar 20 meter.
Melihat ibu kandungnya tergantung, Simproanus Teok langsung berteriak minta tolong. Dia pun menuju ke lokasi kejadian, dan langsung memotong tali nilon yang digunakan korban untuk menggantungkan dirinya. Tali nilon terputus, korban pun jatuh ke tanah.
Bersama dengan istri dan keluarga, Simprianus Teok menggotong tubuh korban ke dalam rumah. Saat itu korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Petrus Kanisius menambahkan polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan identifikasi. Jasad korban telah dilakukan pemeriksaan luar oleh Aipda David Jeradu dari Unit Identifikasi Polres Sikka dan tim dokter dari Puskesmas Hewokloang. Keluarga lorban menolak untuk diotopsi, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.*** (eny)