Stok VAR di Sikka Tidak Cukup, Pemerintah Langsung Beli di Jakarta
Dibaca 16 kali
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka Hengki Sali
Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah Kabupaten Sikka tengah menjadwalkan vaksinasi darurat dan eliminasi selektif terhadap hewan penyebar rabies (HPR). Hal ini dilakukan karena rabies sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB). Masalahnya, ketersediaan stok vaksin anti rabies (VAR) tidak cukup. Pemerintah terpaksa membelinya langsung di Jakarta.
“Masih ada stok, tapi tidak cukup. Besok (hari ini, Red) ada yang ke Jakarta untuk beli di sana,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali, usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan rabies, Selasa (16/7).
Hengki Sali mengatakan saat ini stok vaksin yang tersedia di Bidang Kesehatan Hewan sebanyak 6.000 dosis. Menurut dia stok sebanyak itu belum cukup untuk melakukan vaksinasi darurat di 9 kecamatan rawan rabies, yang populasinya diperkirakan lebih dari 52.000 HPR.
Paska penetapan KLB, Dinas Pertanian mendapatkan dana tanggap darurat sebesar Rp 500 juta untuk pengadaan vaksin. Dana ini yang dipakai untuk membeli vaksin di Jakarta. Dari dana tersebut diperkirakan akan dapat tambahan sebanyak 18.500.
Selain itu, kata Hengki Sali, pihaknya sedang memperjuangkan bantuan vaksin 25.000 dosis yang dianggarkan melalui APBN. Hengki Sali akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Propinsi NTT, agar bantuan vaksin dari pemerintah pusat segera dikirim ke Maumere.
Menurut jadwal, vaksinasi darurat dan eliminasi selektif berlangsung selama 14 hari, dimulai Kamis (18/7), dan berakhir Minggu (4/8) mendatang. Ada kecamatan yang dijadwalkan hanya 1 hari, tapi ada yang lebih dari 1 hari. Bidang Kesehatan Hewan akan menurunkan 40-50 petugas vaksin.
Kabupaten Sikka telah ditetapkan sebagai KLB rabies, menyusul dua warga yang meninggal pada Mei 2019 lalu akibat virus rabies. Sepanjang 7 bulan di tahun 2019 ini, telah terjadi 775 kasus gigitan HPR, yang didominasi oleh anjing.
Dinas Pertanian telah mengirim 45 spesimen otak anjing ke Balai Besar Veteriner di Denpasar. Sudah 41 spesimen yang terdeteksi, di mana 23 spesimen yang dinyatakan positip rabies. Sementara 4 spesimen masih dalam proses deteksi.
Dari 23 spesimen otak anjing yang positip rabies, Waigete berada di posisi puncak dengan 9 spesimen positip rabies. Menyusul setelah itu Kecamatan Lela, Koting, dan Kangae masing-masing 3 spesimen positip. Kemudian Kecamatan Nita dengan 2 spesimen positip, dan berikut masing-masing 1 spesimen positip dari Kecamatan Doreng, Bola, dan Kewapante.*** (eny)