Insiden Sabet Penghargaan dari Kemenpan RB

0
84
Insiden Sabet Penghargaan dari Kemenpan RB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idirs (kiri) menyerahkan penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin di Semarang, Kamis (18/7)
Semarang-SuaraSikka.com: Aplikasi Insiden (Integrated System for Traffic Accidents), inovasi dari BPJS Kesehatan, menyabet penghargaan bergengsi, Kamis (18/7). Insiden berhasil masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan BPJS Kesehatan bersama PT Jasa Raharja (Persero) dan telah diimplementasikan sejak 19 Maret 2018.
Penghargaan diserahkan langsung Menteri PAN-RB Syafruddin kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Semarang. Penyerahan penghargaan tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Pada kesempatan tersebut, Fachmi Idris mengungkapkan BPJS Kesehatan sebagai salah satu lembaga pelayanan publik mengembangkan Insiden dengan harapan semakin memudahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam mengurus penjaminan korban kecelakaan lalulintas.
Dia menuturkan, dahulu koordinasi penjaminan korban kecelakaan lalulintas dilakukan secara manual. Keluarga korban harus mengunjungi Kantor Cabang Jasa Raharja dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan.
“Kini dengan hadirnya aplikasi Insiden, proses penjaminan peserta JKN-KIS yang menjadi korban kecelakaan lalulintas pun menjadi kian mudah. Dengan Insiden, keluarga korban tak perlu lagi mendatangi kedua kantor cabang tersebut karena proses koordinasi penjaminannya dilakukan melalui web service secara real time,” kata Fachmi Idris, melalui siaran pers yang diterima media ini, Jumat (19/7).
Dia menambahkan, Insiden juga membawa keuntungan tersendiri bagi BPJS Kesehatan, Jasa Raharja, dan fasilitas kesehatan mitranya. BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja bisa berkoordinasi lebih cepat. Pihak rumah sakit pun bisa memantau prosesnya sehingga lebih transparan.
“Tidak mudah mencapai TOP 99 karena kami harus berkompetisi dengan 3.156 proposal inovasi yang dikirimkan ke Kemenpan RB. Di tengah revolusi industri 4.0 yang berkembang pesat, kami berupaya mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui pengembangan aplikasi berbasis teknologi. Dengan hadirnya Insiden, koordinasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas menjadi lebih mudah, cepat, tepat, dan akurat,” tegas Fachmi Idris.
Dalam acara tersebut, sebanyak 98 inovasi terpilih lainnya turut mendapatkan apresiasi dari Kemenpan RB. Inovasi-inovasi tersebut terdiri atas 19 inovasi dari kategori kementerian, 5 inovasi dari kategori lembaga,12 inovasi dari kategori pemerintah provinsi, 41 inovasi dari kategori pemerintah kabupaten, 21 inovasi dari kategori pemerintah kota, dan 1 inovasi dari kategori BUMN.
“Ini adalah iven yang tidka hanya apresiasi, tetapi juga kolaborasi berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk masyarakat. Inovasi yang mengubah mindset dan menjadi terobosan untuk pelayanan publik yang lebih baik,” kata Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa.*** (*/eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini