Sudah 27 Spesimen Otak Anjing di Sikka Positip Rabies

0
169
Sudah 27 Spesimen Otak Anjing di Sikka Positip Rabies
Petugas kesehatan hewan sedang melakukan vaksinasi hewan penyebar rabies di Desa Egon Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, Kamis (18/7)
Maumere-SuaraSikka.com: Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar, Kamis (18/7), memastikan 4 spesimen otak anjing dari Kabupaten Sikka  dinyatakan positip. Sebelumnya, sudah 23 spesimen otak anjing dari daerah itu positip rabies. Dengan demikian, di Kabupaten Sikka sudah 27 spesimen otak anjing yang tertular rabies.
Tambahan 4 sepesimen otak anjing positip rabies itu berasal dari Dusun Habijanang Desa Wairblerer dan Desa Egon Kecamatan Waigete, Kelurahan Wuring Kecamatan Alok Barat, serta Desa Kopong Kecamatan Kewapante. Dengan tambahan ini, Kecamatan Waigete masih menjadi daerah berbahaya rabies karena sebelumnya sudah terdapat 9 spesimen otak anjing positip rabies.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali yang dikonfirmasi Jumat (19/7), membenarkan adanya tambahan 4 spesimen otak anjing yang positip rabies di Kabupaten Sikka. Secara keseluruhan sampai pertengahan Juli 2019 ini sudah 27 spesimen otak anjing yang dinyatakan positip rabies.
Yang mengejutkan adalah munculnya virus rabies di Kelurahan Wuring Kecamatan Alok Barat. Satu kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi di wilayah itu. Asep Purnama, dokter pada RSUD TC Hillers Maumere yang sangat peduli dengan penanggulangan rabies, menyebutnya sebagai kasus baru. Dia benar-benar merasa cemas karena virus rabies sudah mengepung hampir sebagian besar kecamatan di daerah ini.
Data yang dihimpun media ini, anjing dari Dusun Habijang berusia 8 bulan, disebutkan menunjukan perubahan tingkah laku. Tidak ada korban gigitan. Lalu anjing dari Kelurahan Wuring, diketahui sempat menggigit seseorang yang sedang menggendong anjing berusia 2 bulan tersebut pada 5 Juli 2019.
Dari Desa Kopong, anjing yang berusia 5 bulan sempat menggigit 2 orang yang sedang memberinya makan. Sementara anjing yang dari Desa Egon, berumur 6 bulan, menggigit 2 orang yang hedak menggendong anjing tersebut pada 18 Mei 2019.
Kabupaten Sikka telah ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) rabies. Selama kurun waktu 7 bulan ini, sudah terjadi 775 kasus gigitan, dengan 2 orang meninggal akibat terserang virus rabies.
Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melalui Bidang Kesehatan Hewan telah mengirimkan 45 spesimen otak anjing ke Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar. Sudah 41 spesimen yang dideteksi, dan hasilnya sangat mengejutkan karena terdapat 23 spesimen positip rabies. Dan 4 spesimen yang dideteksi terakhir, ternyata semuanya juga positip rabies.
Sejak Kamis (18/7) kemarin, pemerintah setempat melakukan vaksinasi darurat dan eliminasi selektif hewan penyebar rabies (HPR) di 9 kecamatan di Kabupaten Sikka. Kegiatan ini dimulai di Kecamaan Waigete, dengan menyasar 5 desa yaitu Egon, Nangatobong, Wairterang, Runut dan Watudiran. Hari ini dan besok dilanjutkan di Kecamatan Kewapante.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini