Kapal Roro di Sikka Dapat Kuota BBM Subsidi 1.974 Kiloliter

0
362
Kapal Roro di Sikka Dapat Kuota BBM Subsidi 1.974 Kiloliter
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Kepala Dinas Perhubungan Wilhelmus Sirilus pose bersama sejumlah pejabat usai pertemuan di Kantor BPH Migas, Jumat (19/7)
Maumere-SuaraSikka.com: Setelah menunggu dalam ketidakpastian, akhirnya KMP Windu Karsa Dwytia mendapat BBM subsidi dari Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas). Subsidi BBM untuk kapal roro yang melayari rute Surabaya-Maumere PP itu sebesar 1.974 kiloliter berlaku selama 6 bulan ke depan, terhitung sejak Juli 2019.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Wilhelmus Sirilus yang dikonfirmasi Rabu (23/7), membenarkan adanya bantuan BBM subsidi kepada KMP Windu Karsa Dwytia. Dia mengaku bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo baru pulang dari Jakarta untuk mendapatkan kepastian tersebut.
“Seluruh proses yang berhubungan dengan BBM subsidi dari BPH Migas sudah selasai. KMP Windu Karsa Dwytia mendapatkan kuota 1.974 kiloliter, berlaku 6 bulan ke depan, dari Juli sampai Desember 2019. Saya sudah perintahkan PT Windu Karsa untuk mulai mengoperasikan KMP Windu Karsa Dwytia guna melayani rute Maumere-Surabaya PP,” ujar Wihelmus Sirilus.
Dia mengatakan pertemuan bersama BPH Migas berlangsung pada Jumat (19/7) lalu di Lantai 4 Kantor BPH Migas. Selain dirinya dan Bupati Sikka, pertemuan itu juga melibatkan beberapa institusi seperti Kementerian Perhubungan, Pertamina Pusat, Dirut PT Windu Karsa, dan sejumlah pejabat lainnya.
“Harapan Bupati Sikka agar kapal segera beroperasi untuk membantu masyarakat daerah ini mengantarpulaukan hasil komoditi seperti kelapa, asam, pisang, coklat, kopra, kemiri dan komoditas pertanian perkebunan lainya. Juga sangat membantu putra dan putri kita yeng belajar di Surabaya, Jogya dan Malang, karena biaya transport akan sangat rendah,” ujar dia.
Terkait sukses memperjuangkan BBM subsidi untuk kapal roro, Wilhemus Sirilus mengatakan Pemkab Sikka memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses ini hingga teralisir. Dia memberikan apresiasi khusus kepada BPH Migas dan jajaran, Kementerian Perhubungan, dan pihak  Pertamina.
KMP Windu Karsa Dwytia sejak Kamis (11/7) lalu bersandar saja di pelabuhan Penyeberangan Kewapante di Kabupaten Sikka. Kapal ini dijadwalkan berlayar ke Surabaya pada Jumat (12/7), namun akhirnya “terdampar” hingga sekarang. Kapal roro itu belum bisa diberangkatkan karena menunggu kepastian bantuan BBM subsidi.
Setelah mendapatkan kepastian bantuan BBM subsidi, rencananya KMP Windu Karsa Dwytia akan kembali berlayar menuju Surabaya pada Rabu (24/7) besok siang. Manajemen perusahaan diminta untuk membuat jadwal pelayaran yang permanen.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini