Warga membakar hutan pepohonan yang terletak di dekat Jalan Trans Maumere-Magepanda, Selasa (23/7)
Maumere-SuaraSikka.com: Kecamatan Magepanda di Kabupaten Sikka Propinsi NTT seperti sedang terbakar. Hampir semua punggung bukit dan lahan kosong dibakar oknum yang tidak bertanggungjawab. Padahal daerah ini terdapat banyak sekali objek wisata. Praktis objek-objek wisata di situ terganggu dan eksistensinya terancam .
Seperti disaksikan media ini dari Desa Kolisia hingga Desa Reroroja, Selasa (23/7), tampak punggung-punggung bukit yang terletak di bagian selatan, sebagian besar sudah berubah warna hitam, bekas terbakar. Sepertinya warga masyarakat belum lama telah membakar punggung-punggung bukit untuk membuka lahan pertanian.
Pohon yang terbakar di Desa Kolisia, Rabu (23/7)
Di Desa Kolisia, malah ditemui kobaran api sedang menyala di sebuah hamparan pepohonan. Tampak kobaran api pada beberapa titik, tidak jauh dari ruas jalan Trans Maumere-Magepanda. Dicurigai pohon-pohon di tempat itu sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Mohamad Daeng Bakir bersama staf yang sedang melakukan pemantauan bencana kekeringan di wilayah itu, terpaksa memadamkan api secara manual. Dengan daun-daun yang dipetik dari pohon, mereka memadamkan beberapa titik api yang dekat dengan ruas jalan.
Mohamad Daeng Bakir mengatakan hampir setiap tahun ada oknum yang dengan sengaja membakar bukit dan hutan untuk dijadikan lahan pertanian. Pihaknya kesulitan mengidentifikasi pelakunya, karena biasanya usai membakar oknum tersebut langsung pergi.
Kepala BPBD Kabupaten Sikka Mohamad Daeng Bakir
Dia sependapat dengan niat warga masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian. Hanya saja, dia menyarankan untuk tidak menggunakan dengan cara membakar. Praktik seperti itu, katanya, justeru meresahkan orang lain.
“Ada banyak sekali objek wisata di sini. Nah, bagaimana orang mau ke sini, kalau lihat ada kebakaran di mana-mana. Ada titik api di dekat jalan, nah ini kan membahayakan pengendara bermotor,” ungkap Mohamad Daeng Bakir kecewa.
Camat Magepanda Pedro Rodriquez belum bisa dimintai tanggapannya. Media ini sudah berupaya menemui di Kantor Camat Magepanda, namun yang bersangkutan sedang berada di Kota Maumere. Salah satu staf kecamatan mengatalan masalah kebakaran menjadi salah satu agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan koordinasi dengan para kepala desa yang akan dilaksanakan besok, Rabu (24/7).*** (eny)