Kambing Positip Rabies di Larantuka, Pertama Kali Terjadi di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 30 Juli 2019 - 16:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 161 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Larantuka-SuaraSikka.com: Pertama kali terjadi di Propinsi NTT. Seekor kambing di Larantuka Kabupaten Flores Timur dipastikan positip rabies. Hasil itu diketahui setelah rilis resmi Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar pada Senin (29/7) kemarin.
Informasi tentang ini awalnya diperoleh melalui Asep Purnama, seorang dokter pada RSUD TC Hillers Maumere. Kemudian seorang wartawan di Larantuka berhasil mengonfirmasi Sonny Nani, Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan. Dokter hewan itu membenarkan seekor kambing di Larantuka positip rabies.
“Kabupaten Flores Timur yang selama ini belum pernah tercatat mengirimkan spesimen otak hewan penular rabies ke BBVet, begitu mengirim spesimen otak, langsung positip. Dan yang menarik, spesimen otak yang dikirim adalah otak kambing. Sejauh yang saya tahu, ini adalah kasus pertama seekor kambing tertular virus rabies di NTT,” tulis Asep Purnama kepada media ini, Selasa (30/7) dinihari.
Informasi yang dihimpun media ini, pada dua bulan lalu, seekor anjing yang tidak diketahui pemiliknya, menggigit seekor kambing di Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantuka. Anjing tersebut kemudian dibunuh.
Dua minggu lalu, kambing yang digigit anjing mulai menunjukan gejala-gejala agresif. Lalu petugas kesehatan hewan setempat meminta pemilik kambing membunuh kambing tersebut. Hewan itu pun akhirnya dibunuh, dan spesimen otaknya dikirim ke Denpasar. Setelah diidentifikasi, BBVer memastikan kambing tersebut sudah tertular rabies.
Dokter Asep Purnama mengatakan virus rabies sudah menyerang Flores dan Lembata. Daerah tertular rabies semakin meluas, dengan binatang yang tertular juga semakin beragam. Kondisi ini, kata dia, akan semakin menyulitkan penanganannya.
“Selama ini kita lebih fokus pada anjing, tapi kenyataan menunjukkan kita mesti juga membuka mata akan potensi penularan virus rabies pada binatang berdarah panas lainnya,” ujar dia.
Menurut dokter yang peduli akan penanggulanganrabies ini, perlu upaya luar biasa dari semua orang untuk menghadapi kejadian luar biasa rabies di Flores Lembata.*** (eny)
Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA