Kambing Positip Rabies di Larantuka, Pertama Kali Terjadi di NTT
Dibaca 161 kali
Ilustrasi
Larantuka-SuaraSikka.com: Pertama kali terjadi di Propinsi NTT. Seekor kambing di Larantuka Kabupaten Flores Timur dipastikan positip rabies. Hasil itu diketahui setelah rilis resmi Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar pada Senin (29/7) kemarin.
Informasi tentang ini awalnya diperoleh melalui Asep Purnama, seorang dokter pada RSUD TC Hillers Maumere. Kemudian seorang wartawan di Larantuka berhasil mengonfirmasi Sonny Nani, Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan. Dokter hewan itu membenarkan seekor kambing di Larantuka positip rabies.
“Kabupaten Flores Timur yang selama ini belum pernah tercatat mengirimkan spesimen otak hewan penular rabies ke BBVet, begitu mengirim spesimen otak, langsung positip. Dan yang menarik, spesimen otak yang dikirim adalah otak kambing. Sejauh yang saya tahu, ini adalah kasus pertama seekor kambing tertular virus rabies di NTT,” tulis Asep Purnama kepada media ini, Selasa (30/7) dinihari.
Informasi yang dihimpun media ini, pada dua bulan lalu, seekor anjing yang tidak diketahui pemiliknya, menggigit seekor kambing di Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantuka. Anjing tersebut kemudian dibunuh.
Dua minggu lalu, kambing yang digigit anjing mulai menunjukan gejala-gejala agresif. Lalu petugas kesehatan hewan setempat meminta pemilik kambing membunuh kambing tersebut. Hewan itu pun akhirnya dibunuh, dan spesimen otaknya dikirim ke Denpasar. Setelah diidentifikasi, BBVer memastikan kambing tersebut sudah tertular rabies.
Dokter Asep Purnama mengatakan virus rabies sudah menyerang Flores dan Lembata. Daerah tertular rabies semakin meluas, dengan binatang yang tertular juga semakin beragam. Kondisi ini, kata dia, akan semakin menyulitkan penanganannya.
“Selama ini kita lebih fokus pada anjing, tapi kenyataan menunjukkan kita mesti juga membuka mata akan potensi penularan virus rabies pada binatang berdarah panas lainnya,” ujar dia.
Menurut dokter yang peduli akan penanggulanganrabies ini, perlu upaya luar biasa dari semua orang untuk menghadapi kejadian luar biasa rabies di Flores Lembata.*** (eny)