Kucing Rabies Serang Kojagete
Dibaca 43 kali
Vaksinasi kucing di Desa Egon Kecamatan Waigete beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus rabies makin menggila di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Sekarang ini sudah menyerang ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terdeteksi. Seperti di Dusun Nenbura Desa Kojagete Kecamatan Alok Timur, diketahui seekor kucing rabies menyerang dan mencakar pemiliknya saat hendak memberi makan.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (26/7), beberapa hari lalu. Warga masyarakat lalu membunuh kucing tersebut, dan membawa kepala kucing ke Bidang Kesehatan Hewan. Spesimen ini kemudian dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar. Dan pada Senin (29/7), BBVet memastikan spesimen otak kucing tertular rabies.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali yang dhubungi media ini, Selasa (30/7), menyebutkan ada tambahan 2 spesimen yang tertular rabies, yakni 1 spesimen otak kucing dan 1 spesimen otak anjing. Dengan tambahan ini, berarti sampai dengan akhir Juli 2019 sudah 31 spesimen otak hewan penyebar rabies (HPR) yang positip rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Margaretha Siko yang dihubungi terpisah, menyebutkan rabies di Kojagete merupakan kasus yag pertama. Tim kesehatan hewan akan melakukan investigasi untuk mencari tahu riwayat keberadaan kucing rabies itu.
Dokter hewan itu menambahkan kucing rabies di Dusun Nenbura, merupakan kucing kedua yang terkena rabies. Sebelumnya, beberapa waktu lalu BBVet Denpasar melansir seekor kucing positip rabies dari Desa Kokowahor Kecamatan Kangae.
Sementara itu 1 spesimen otak anjing yang rabies diketahui berasal dari Dusun Kolit Desa Ojang Kecamatan Talibura. Anjing berusia 2 tahun itu menggigit seorang korban, saat berebut makanan yang dibawa korban pada Selasa pekan lalu.
Asep Purnama, dokter pada RSUD TC Hillers Maumere mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sikka, untuk bersama-sama bahu-membahu memberantas rabies. Dia menyarankan agar para pemilik hewan penyebar rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera, untuk mengikuti program vaksinasi darurat yang sedang giat dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melalui Bidang Kesehatan Hewan.
“Perlu upaya luar biasa dari kita semua, untuk menghadapi kejadian luar biasa rabies. Vaksinasi darurat rabies sedang dilalukan para pejuang kemanusiaan, teman-teman kesehatan hewan Dinas Pertanian saat ini. Mohon partisipasi kita semua, khususnya para pemilik HPR. Ayo bawa HPR kita untuk divaksin,” ajak Asep Purnama.
Sebanyak 45 petugas kesehatan hewan sedang melakukan vaksinasi darurat dan eliminasi selektif terhadap HPR di 9 kecamatan yang terdeteksi rawan rabies. Kegiatan ini dilakukan setelah Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) rabies, menyusul 2 orang meninggal pada tahun ini akibat virus rabies.*** (eny)