DJ Rusia Gagal Tampil, Penonton Kecam Panitia Tinju di Maumere

0
710
DJ Rusia Gagal Tampil, Penonton Kecam Panitia Tinju di Maumere
Aparat kepolisian sedang koordinasi dengan panitia penyelenggara terkait tidak adanya izin keramaian NTT Big Fight 2 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Jumat (2/8) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan penonton mengecam profesionalisme Panitia Penyelenggara NTT Big Fight 2. Mereka kecewa karena DJ Top Asia berasal dari Rusia gagal tampil, Jumat (2/8) malam itu di Gelora Samador da Cunha Maumere. Masalahnya karena Panitia Penyelenggara belum mengantongi surat izin keramaian.
Seperti disaksikan media ini, ratusan penonton yang telah memegang tiket, tertahan di pintu masuk bagian timur. Mereka dilarang masuk ke dalam Gelora Samador da Cunha karena Panitia Penyelenggara masih sedang berkoordinasi terkait izin keramaian.
Sementara Gelora Samador da Cunha sendiri dalam keadaan gelap gulita. Hanya beberapa lampu yang menyala, itu pun lampu dari pedagang-pedagang. Tidak ada tanda-tanda kesemarakan penampilan Irina, sang DJ dari Rusia, sebagaimana promosi yang dilancarkan panitia.
Beberapa penonton mengaku sudah berada di pintu masuk sejak pukul 19.00 Wita. Mereka membeli tiket masuk seharga Rp 5.000 yang dijual di depan pintu masuk. Bahkan ada yang telah mengantongi tiket dua malam berturut-turut seharga Rp 20.000, termasuk tontonan NTT Big Fight 2 yang dijadwalkan Sabtu (3/8).
Rudolfus Ali, selaku Panitia Pendukung di Maumere yang ditemui di Gelora Samador da Cunha menjelaskan panitia belum mengantongi izin keramaian dari Polres Sikka. Dia mengatakan ada beberapa persyaratan izin yang belum dilengkapi. Hanya saja, dia sendiri tidak tahu syarat apa saja karena seluruh syarat perizinan diurus oleh panitia yang berdomisili di Kupang.
Panitia Penyelenggara tampak bingung karena tidak bisa mencarikan jalan keluar. Sejumlah aparat kepolisian mendatangi panitia penyelenggara yang sedang berada di bagian barat Gelora Samador da Cunha. Tampak mereka saling berkomunikasi terkait rencana kegiatan yang belum ada izin keramaian.
Selang berapa waktu kemudian, Rudolfus Ali mengontak panitia yang berasal dari Kupang, untuk bertemu Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang di Mapolres Sikka.
Pantauan media ini, dua orang panitia penyelenggara yang dari Kupang sedang berkomunikasi dengan Rickson Situmorang. Dari komunikasi itu, terlihat seorang panitia yang memegang map menunjukkan dokumen persyaratan izin keramaian. Namun sepertinya masih ada persyaratan-persyaratan yang belum dilengkapi.
Setelah komunikasi dengan Rickson Situmorang, panitia penyelenggara meninggalkan Kantor Polres Sikka. Informasinya mereka menuju Kantor Imigrasi, kemungkinan berkaitan dengan izin keberadaan DJ asal Rusia itu.
Sampai dengan pukul 21.00 Wita, konser DJ Irina belum saja berlangsung. Praktis konser ini pun batal. Para penonton pun mulai pulang satu per satu dengan membawa kekecewaan. Belum diketahui bagaimana solusi terhadap tiket masuk yang sudah dibeli.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini