Portal Pasar Alok Difungsikan Kembali

0
29
Portal Pasar Alok Difungsikan Kembali
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memantau Pasar Alok beberapa waktu lalu dan kemudian mengeluarkan kebijakan pencabutan porta
Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah Kabupaten Sikka di Propinsi NTT memastikan memfungsikan kembali portal di Pasar Alok Maumere. Kebijakan baru ini akan diberlakukan mulai Senin (12/8) mendatang. Dengan demikian sejak saat itu mulai dilakukan pungutan retribusi parkir kendaraan bermotor di Pasar Alok.
Sebelumnya, beberapa hari setelah dilantik menjadi Bupati Sikka pada 20 September 2018, Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong membebaskan biaya masuk dan keluar kendaraan bermotor di Pasar Alok. Praktis, portal yang ada pada pintu masuk dan pintu keluar pun dicabut. Pengguna kendaraan bermotor dikenakan biaya parkir kendaraan. Namun kebijakan yang mendadak itu, berdampak kepada rendahnya penerimaan pendapatan daerah.
Keputusan memfungsikan kembali portal termuat dalam Pengumuman Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka yang diterbitkan pada 7 Agustus 2019. Keputusan ini dikeluarkan antara lain berdasarkan hasil rapat antara Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Forum Komunikasi Pedagang Pasar Alok sehari sebelumnya.
Surat pengumuman ditandatangani Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Patrisius Pederiko. Pengumuman itu ditujukan kepada para pengguna Pasar Alok, ojek tetap Pasar Alok, dan pengunjung Pasar Alok.
Sebagaimana surat pengumuman yang diterima media ini, keputusan tersebut berdasarkan Peraturan Bupati Sikka Nomor 28 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar, khusus pasal 15 ayat 3 poin a dan b. Selain itu jga mengacu kepada keputusan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM tentang parkir berlangganan untuk kendaraan bermotor pengguna tetap pasar dan ojek tetap Pasar Alok.
Sesuai hasil rapat Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Forum Komunikasi Pedagang Pasar Alok, para pengguna atau pedagang tetap Pasar Alok yang mempunayi kendaraan bermotor, dapat mengambil sticker atau tanda pengenal di Kantor Pasar Alok dengan menyiapkan uang Rp 31.000 perbulan bagi kendaraan roda dua, dan Rp 61.000 perbulan bagikendaraan roda empat.
Tarif bulanan ini juga akan dikenakan kepada para ojek tetap yang beroperasi di Pasar Alok. Para tukang ojek tetap diminta untuk menempati pangkalan ojek yang sudah disiapkan.
Bagi para pengunjung Pasar Alok dikenakan tarif Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua per sekali parkir, dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat per sekali parkir. Retribusi parkir kendaraan bermotor akan dipungut di pintu keluar Pasar Alok yang terletak di bagan barat pasar tersebut.
Selain menyangkut retribusi parkir kendaraan bermotor, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM juga akan menertibkan pedagang ikan basah dan pedagang sayur-mayur. Pedagang ikan basah diminta untuk segera menempati los ikan, dan tidak diperkenankan berjualan di jalan. Sedangkan pedagang sayur yang berada di sekitar los ikan kering dan WC sebelah timur, diharapkan pindah ke los baru yang telah ditentukan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini