Erty Pega ke Dukcapil, Jabatan Lowong Makin Banyak  

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Agustus 2019 - 08:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 19 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka Martha Huberty Pega yang sedang menandatangani berita acara pekantikan, Selasa (13/8) di Gedung SCC

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka Martha Huberty Pega yang sedang menandatangani berita acara pekantikan, Selasa (13/8) di Gedung SCC

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong menggeser Martha Huberty Pega sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka. Namun jabatan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM dibiarkan kosong. Dengan demikian makin banyak jabatan eselon 2 yang lowong di daerah itu.
Pergeseran itu terjadi pada Selasa (13/8), melalui pemberhentian dan pengangkatan jabatan serta pelantikan yang berlangsung di Gedung Sikka Convention Center (SCC). Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka sebelumnya Bernadus Ratu, “dilempar” sebagai Staf Ahli Bupati Sikka Bidang Ekonomi.
Sebelumnya sudah ada 8 jabatan eselon 2 yang lowong, yaitu di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Dinas Pariwisata, Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Pemerintahan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Perumahan Rakyat. Ditambah BKD-PSDM yang kini lowong, maka terdapat 9 jabatan eselon 1 yang lowong.
Dua jabatan yang lowong sudah berusia lebih dari 1 tahun, yakni di Dinas PKO dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Ironinya, di Dinas PKO selama 11 bulan kepemimpinan Bupati Sikka Robby Idong, sudah tercatat 4 Pelaksana Tugas Kepala Dinas. Belum diketahui sampai kapan jabatan Kepala Dinas PKO dibiarkan lowong.
Dalam kesempatan melantik pejabat eselon 2 pada akhir Juli 2019 lalu, Robby Idong menyampaikan akan melelang jabatan yang lowong. Dia meminta pejabat eselon 3 untuk saling berkompetisi. Namun hingga sekarang belum tampak aktifitas proses lelang jabatan.
Pada peristiwa pelantikan kemarin, Bupati Sikka juga melantik 42 pejabat eselon 3. Ada pejabat yang dirotasi di dalam organisasi perangkat daerah (OPD), ada pejabat yang digeser antar OPD, ada juga beberapa pejabat yang dipromosikan.
Beberapa pejabat eselon 3 yang dua bulan lalu dilantik menempati jabatan baru, terlihat juga digeser. Seperti misalnya Oktovianus Suban Pulo yang baru dua bulan menjadi Kepala Bidang Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kemarin dipindahtugaskan menjadi Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Bapelitbang Sikka.
Bupati Sikka juga menggeser 5 orang camat, yakni Camat Nita Yance Padeng menjadi Camat Lela, Camat Kangae Marthen Luther Adji menjadi Camat Alok Barat, Camat Bola Valerianus Samador menjadi Sekretaris Dinas Pertanian, dan Camat Waigete Mayella da Cunha menjadi Sekretaris Dinas PKO.
Camat Lela Rikardus Peterson dan Camat Alok Barat Kasianus memasuki masa purnatugas. Camat Nita yang baru dipercayakan kepada Stefanus Edison yang sebelumnya Sekretaris Camat Nita, Camat Bola diserahkan kepada Yohanes Satriawan, Camat Waigete dijabat Evensius Edomeko, dan Camat Kangae kepada Akulinus.
Robby Idong mengatakan akan melakukan evaluasi jabatan setiap 6 bulan sekali. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan komposisi yang tepat dalam mendukung visi misi terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat sebagaimana termuat dalam Perda RPJMD Sikka 2018-2023.*** (eny)
Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA