Pidato Kenegaraan, Robby Idong Masih Singgung Bantuan Pendidikan

0
57
Dana Pendidikan Rp 7 Miliar Tersedia di APBD Perubahan
Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka menerima pendaftaran calon mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa
Maumere-SuaraSikka.com: Anak-anak di Kabupaten Sikka harus dipastikan tidak putus sekolah karena biaya pendidikan tidak terjangkau. Tekad ini terus digelorakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Dalam pidato kenegaraan Jumat (16/8) pagi tadi di Gedung Sikka Convention Center (SCC), dia masih menyinggung soal bantuan pendidikan.
“Kita harus memastikan anak-anak kita tidak boleh putus sekolah karena biaya pendidikan tidak terjangkau. Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak keluarga kurang mampu. Kami sudah tanda tangan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam tahun 2019 ini,” ujar Bupati Sikka yang biasa disapa Robby Idong.
Dia mengatakan sumber daya manusia sesungguhnya adalah modal terbesar dan terkuat yang harus dimiliki. Pendidikan merupakan upaya strategis untuk meningkatkan sumber daya manusia demi melahirkan manusia yang terampil yang sudah sia memasuki dunia kerja.
Dalam konteks itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen memantapkan penerapan standar pelayanan minimal pendidian sebagai upaya untuk mempersempit kesenjangan layanan kualitas pendidikan antarwilayah yakni melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, peningkatan minat baca masyarakat dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, kepemudaan dan olahraga.
Selain itu, tambahnya, pemerintah juga akan meningkatkan pelayanan pendidikan dengan memberikan beasiswa prestasi bagi siswa dan mahasiswi, memberikan beasiswa bagi mahasiswa umum serta beassiwa bahaiswa kedokteran dan calon dokter ahli.
“Proses pendidikan harus mempi membuat orang menjadi lebih produktif dan berdaya saing. Oleh karena itu kita harus memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi untuk tumbuh kembang anak serta imunisasi dan ASI ekskusif,” tambah dia.
Terkait bantuan pendidikan atau pun beasiswa yang dijanjikan Bupati Sikka, pemerintah setempat telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang  Beasiswa Pendidikan, untuk dibahas bersama-sama DPRD Sikka. Namun dalam pekembangannya, pembahasan ranperda ini berujung pada masalah internal di tubuh lembaga legislatif.
Rapat paripurna DPRD Sikka pada Senin (13/8) menyepakati membekukan Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Beasiswa Pendidikan yang dipimpin Faustinus Vasco dari PKP Indonesia. Fraks-frakso di DPRD Sikka akhirnya bersepakat untuk membentuk Pansus yang baru guna membahas Ranperda tersebut.
Menurut informasi pembahasan Ranperda Beasiswa Pendidikan telah berlangsung selama beberapa hari ini. DPRD Sikka bersepakat menyelesaikan pembahasan Ranperda ini hingga menjadi Peraturan Daerah, karena mengingat masa jabatan DPRD Sikka Periode 2014-2019 akan berahir pada 25 Agustus 2019 mendatang.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini