Robby Idong Cetuskan Brigade Sehat Reaksi Cepat

0
52
Robby Idong Cetuskan Brigade Sehat Reaksi Cepat
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan pidato kenegaraan, Jumat (16/8), di Gedung SCC Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Ada-ada saja konsep di kepala Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong. Dalam pidato kenegaraan Jumat (16/8) pagi tadi di Gedung Sikka Convention Center, dia mencetuskan pembentukan Brigade Sehat Reaksi Cepat.
Seperti apa konsep dan format Brigade Sehat Reaksi Cepat, Robby Idong tidak menjelaskan secara detail. Belum jelas apa maksud dari wadah baru itu, serta bagaimana tugas, peran dan tanggung jawab, personil yang terlibat, termasuk sistem penganggarannya.
Konsep ini muncul ketika dia menyinggung fokus dan perhatiannya pada persoalan-persoalan di bidang kesehatan. Dia mengatakan pemerintah komitmen meningkatkan akselerasi pemenuhan layanan kesehatan Ibu Antenatal, Natal, dan Post-Natal melalui program peningkatan pelayanan kesehatan ibu, keluarga berencana, peningkatan peran serta masyarakat, penguatan puskesmas dan jaringannya, serta pembentukan Brigade Sehat Reaksi Cepat.
Untuk mengatasi masalah kematian bayi dan balita, katanya, pemerintah akan melakukan akselerasi pemenuhan layanan kesehatan bayi dan balita melalui managemen terpadu balita sakit, stimulai dan deteksi intervensi dini. Sebagai tindakan preventif, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit dengan pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan serta penanganan kawasan kumuh.
Mantan Camat Nele ini juga menyinggung soal stunting. Dia menekankan bahwa pemerintah harus bekerja keras memastikan setiap anak di Kabupaten Sikka dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, dan bebas dari stunting.
Tentang stunting, dalam kesempatan berbicara pada kegiatan Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Aula Hotel Go, Rabu (7/8), Bupati Sikka menegaskan Sikka bebas stunting pada 2-3 tahun ke depan. Sementara Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Sikka Coltildis Gandut berpendapat cukup sulit mencapai bebas stunting pada 2-3 tahun ini.
Selang beberapa hari kemudian, saat melakukan mutasi pejabat eselon 3, Coltildis Gandut yang juga adalah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini