Setelah Ban Bekas Dibakar, Kapolres Sikka Temui Demonstran

0
62
Setelah Ban Bekas Dibakar, Kapolres Sikka Temui Demonstran
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang menemui demonstran yang melakukan aksi di depan Mapolres Sikka, Senin (19/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Aktivis PMKRI Maumere, Senin (19/8), kesal karena Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang tidak mau massa yang sedang melakukan aksi. Demonstran yang menuntut kepolisian menangkap dan menahan Ustad Abdul Somad pun membakar ban bekas. Rupanya strategi itu jitu juga. Setelah ban bekas dibakar, Kapolres Sikka pun keluar menemui demonstran.
Saat PMKRI Maumere sedang menggelar aksi di depan Mapolres Sikka Jalan Ahmad Yani, Kapolres Sikka sedang bertatap muka dengan sejumlah pejabat kepolisian yang pagi tadi bar saja dilantik untuk sejumlah posisi. Koordinator Lapangan PMKRI Maumere sudah berupaya melakukan koordinasi untuk bertemu Kapolres Sikka guna menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan.
Demonstran menunggu kurang lebih 2 jam, namun Kapolres Sikka tidak kunjung keluar dari Aula Mapolres Sikka, yang hanya beberapa meter saja dari tempat aksi. Massa mulai kecewa ketika mendapat informasi Kapolres Sikka tidak mau menemui mereka. Ban bekas pun dibakar, berikut karikatur gambar Ustad Abdul Somad pun dimasukkan ke dalam kobaran api.
Sebelum bertemu massa aksi di tengah jalan, Kapolres Sikka masih sempat mengatur massa aksi agar tidak menghalangi arus lalilintas. Praktis pertemuan antara Kapolres Sikka dan massa aksi berlangsung pada setengah badan jalan. Setengah badan jalan yang lain dimanfaatkan untuk kelancaran kendaraan.
Setelah Ban Bekas Dibakar, Kapolres Sikka Temui Demonstran
Aksi demonsttrasi PMKRI Maumere, Senin (19/8), menuntut polisi menangkap dan menahan Ustad Abdul Simad
Massa aksi lalu menyampaikan pernaytaan sikap dan tuntutan. Mereka meminta Kapolres Sikka untuk menangkap dan menahan Ustad Abdul Somad yang diduga telah melakukan tindak pidana penistaan agama Katolik melalui tausyiah berjudul Hukum Melihat Salib yang menjadi viral pada media sosial.
PMKRI Maumere juga mempertanyakan sejauh mana langkah Kapolres Sikka menindaklanjuti laporan Forkoma dan PMKRI Maumere terkait kasus tersebut. Pasalnya laporan tersebut sudah disampaikan pada Sabtu (19/8) lalu, namun hingga tadi mereka belum menerima surat tanda bukti laporan dari kepolisian.
Kapolres Sikka mengatakan sementara ini pihaknya sedang konsentrasi ketertiban dan keamanan menjelang pelaksanaan karnaval beberapa hari ini. Namun demikan, katanya, kepolisian akan menindaklanjuti permintaan dan tuntutan PMKRI Maumere terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ustad Abdul Somad. Dia tidak menyampaikan secara garis besar bagaimana bentuk tindak lanjut yang akan dilakukan.
Pertemuan yang berlanhsung hanya beberapa menut itu kemudian berakhir. Massa demonstran pun membubarkan diri. Kapolres Sikka berpesan agar massa tidak melakukan aksi-aksi anarkis. PMKRI Maumere sendiri telah mengimbau masyarakat untuk saling menjaga dan merawat keutuhan NKRI serta menjunjung tinggi toleransi yang berazaskan kebhinekaan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini