HUT Kemerdekaan di Kojagete, Marhaenisme dan Pancasila Membumi

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 34 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GMNI Sikka Alvinus L. Ganggung mendampingi Kepala Desa Kojagete Suhut Firmansyah pada peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan, Sabtu (17/8)

Ketua GMNI Sikka Alvinus L. Ganggung mendampingi Kepala Desa Kojagete Suhut Firmansyah pada peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan, Sabtu (17/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Aktivis GMNI Sikka melancarkan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kojagete Kecamatan Alok Timur. Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (15/8) dan berpuncak pada Sabtu (17/8) persis pada peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Tak pelak, marhaenisme dan Pancasila pun membumi di desa terpencil yang terletak di kepulauan itu.
Melalui rilis yang diterima media ini, Ketua GMNI Sikka Alvinus L. Ganggung menyebutkan kegiatan yang dilakukan aktivis GMNI Sikka antara lain bakti sosial kebersihan di sekitar lingkungan kantor desa, dan sosialisasi Pancasila serta tantangan kebangsaan kepada Karang Taruna, Remaja Mesjid, dan Orang Muda Katolik Stasi Nanga Paroki Santo Yoseph Talibura.
“GMNI sebagai organisasi gerakan dan organisasi nasionalis, selalu aktif membumingkan azas perjuangan yakni marhaenime dan Pancasila, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dan dalam rangka HUT Kemerdekaan kali ini, kami memilih berada di tengah-tengah masyarakat Kojagete,” ujar Alvinus Ganggung.
Dia mengatakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan embrio dari marhaenisme, yang mana sejak tahun 1927 selalu digaungkan Soekarno, Proklamator Indonesia. Pancasila merupakan jawaban atas kerinduan bangsa Indonesia untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Pancasila merupakan kunci bagi bangsa Indonesia untuk mencapai kesejahteraan sosial. Pancasila juga merupakan benteng yang kokoh untuk menepis tantangan-tantangan kebangsaan baik itu secara internal dan eksternal.
“Oleh karena itu Pancasila perlu disosialisasikan secara holistik kepada masyarakat terutama kaum muda sebagai penerus tongkat estafet NKRI. Setiap nilai dari Pancasila bukan hanya sekedar dihapal, tetapi lebih dari itu bagaimana masyarakat mampu mengahayati nilai-nilai Pancasila sehingga masyarakat hidup rukun, damai, dan bertoleransi,” kata mahasiswa Unipa Maumere itu.
HUT Kemerdekaan di Kojagete, Marhaenisme dan Pancasila Membumi
Altivis GMNI Sikka pose bersama kamu muda Desa Kojagete usai sosialisasi marhanisme dan Pancasila
Kepala Desa Koja Gete Suhut Firmansyah mewakili pemerintahan dan masyarakat desa sangat antusias dengan kehadiran GMNI Sikka. Dia mengucapkan terima kasih kepada aktivis GMNI Sikka yang sudah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Kojagete.
“Orang muda yang progresif revolusioner sangat dibutuhkan untuk kemajuan sebuah daerah atau negara melalui ide-ide dan tindakan nyata yang inovatif. Aktivis GMNI Sikka menjadi contoh yang baik bagi kaum muda di sini,” ungkap Suhut Firmansyah.
Dalam Pidato Kemerdekaan, Suhut Firmansyah menyampaikan bahwa Desa Kojagete merupakan salah satu desa tertinggal di Kabupaten Sikka. Wilayah desa yang terdiri dari tiga dusun, sangat sulit diakses dikarenakan dusun-disn itu terbagi atas tiga daratan yang berbeda.
Meski demikian, Kojagete memiliki keunikan dan ketertarikan tersendiri.  Masyarakat di desa ini berasal dari berbagai suku yakni Suku Tana Ai, Suku Krowe, Suku PaluE, Suku Buton, dan Suku Lio. Praktis ada dua keyakinan di desa itu yakni Katolik dan Muslim.
“Walaupun berbeda suku dan agama, masyarakat sangat rukun dan damai. Hidup toleransi di desa ini sangat tinggi,” ujar Suhut Firmansyah dengan bangga.
Di samping itu Kojagete juga diberkahi alam yang begitu indah. Kenaturalan alam yang masih terjaga sehingga Kojagete masuk ke dalam wilayah konservasi kepulauan.
Suhut Firmansyah berharap GMNI Sikka perlu membantu pemerintahan Kojagete untuk mempromosikan wilayah itu sebagai salah satu desa pariwisata di Kabupaten Sikka. Dia berharap kerja sama yang dibangun dengan GMNI Sikka harus terus berlanjut hingga Kojagete menjadi desa yang mandiri dan maju.*** (eny)
Baca Juga :  Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA