Kaum Muda di Sikka Sesalkan Rasisme Papua

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas KNPI Sikka Femmy Bapa sedang memberikan keterangan pers di Hotel Permata Sari, Jumat (23/8), terkait peristiwa rasisme yang terjadi di Malang dan Surabaya

Pelaksana Tugas KNPI Sikka Femmy Bapa sedang memberikan keterangan pers di Hotel Permata Sari, Jumat (23/8), terkait peristiwa rasisme yang terjadi di Malang dan Surabaya

Maumere-SuaraSikka.com: Banyak pihak menyayangkan terjadinya peristiwa rasisme di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang baru-baru ini. Kaum muda di Kabupaten Sikka Propinsi NTT pun angkat bicara. Mereka menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut.
Kaum muda ini terbentuk dalam Forum Pemuda Sikka untuk Indonesia. Mereka terdiri dari beberapa unsur organisasi kepemudaan seperti DPD KNPI Sikka, GP Ansor Cabang Sikka, Pemuda Katolik Komisariat Sikka, dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sikka. Forum ini pun menggelar konferensi pers, Jumat (23/8), di Hotel Permata Sari Maumere, untuk menyatakan sikap terhadap kasus tersebut.
Pelaksana Tugas KNPI Sikka Femmy Bapa mengatakan peristiwa tersebut sungguh mengusik rasa kebangsaan kaum muda sebagai bagian anak bangsa yang memiliki harapan besar meneruskan cita-cita para pendiri bangsa. Peristiwa yang ditengarai isu rasisme, yang kemudian memanas di sejumlah kota di Papua, hemat dia, sungguh menganggu kaum muda sebagai warga Bangsa Indonesia.
“Ujaran yang bersifat rasis dan merendahkan orang lain, mestinya tidak boleh terjadi lagi. Apalagi peristiwa tersebut bertepatan dengan Ulang Tahun ke-74 RI,” tegas Femmy Bapa dalam keterangan pers kepada wartawan.
Forum Pmuda Sikka untuk Indonesia kemudian menyampaikan pikiran-pikiran yang berlandaskan semangat kesetaraan, kebangsaan, dan kebhinekaan demi tegaknya NKRI tanpa membedakan agama, suku dan golongan. Setidaknya ada 4 sikap yang disampaikan forum ini.
Pertama, mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua sesuai koridor hukum yang berlaku. Kedua, mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Sikka, agar tetap tenang dan tidak terpancing serta ikut aktif dalam menciptakan perdamaian.
Ketiga, mengimbau kepada pemuda Indonesia agar menjadi garda terdepan membangun ruang-ruang perjumpaan dalam bingkai kebangsaan dan keutuhan NKRI. Dan keempat, meminta pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga adat, untuk terus menyampaikan pesan kedamaian demi keutuhan NKRI.
Femmy Bapa menambahkan Forum Pemuda Sikka untuk Indonesia tidak hanya berhenti dengan memberikan pernyataan sikap. Tetapi mereka akan menggalang kesepemahaman dengan pelbagai pihak untuk terus-menerus menyerukan pesan perdamaian. Lembaran pernyataan sikap Forum Pemuda Sikka untuk Indonesia sudah disebarkan Jumat (23/) siang tadi di Masjid Attaqwa Beru, dan rencananya pada Minggu (25/8) akan disebarkan juga di gereja-gereja.
Gerakan moral kebangsaan yang melibatkan beberapa OKP di Kabupaten Sikka ini, juga akan intens secara internal dilaksanakan pada masing-masing OKP. Femmy Bapa berharap gerakan yang sudah dilakukan Forum Pemuda Sikka untuk Indonesia bisa meluas hingga ke OKP-OKP di seluruh Indonesia.
Selain Femmy Bapa, hadir pada kesempatan itu Sekretaris GP Ansor Cabang Sikka Edi Kurniawan, Ketua dan Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Sikka Gaudensius Andi Pio dan Jhonson Joka, Serta Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sikka Harisuddin. Turut hadir dalam keterangan pers ini antara lain Kasat Intel Polres Sikka dan staf Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik Kabupaten Sikka.*** (eny)
Baca Juga :  Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA