Senjata Makan Tuan, Anjing Rabies di Wolomarang Gigit Tuan Sendiri

0
133
Senjata Makan Tuan, Anjing Rabies di Wolomarang Gigit Tuan Sendiri
Pemilik anjing di Desa Egon Kecamatan Waigete sedang bersama anjing peliharaannya
Maumere-SuaraSikka.com: Seekor anjing yang terduga rabies, menyerang dan menggigit tuannya sendiri. Ibarat senjata makan tuan, kasus ini terjadi di Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka pada Senin (19/8) lalu. Balai Besar Veteriner Denpasar, Kamis (22/8), memastikan spesimen otak anjing itu positip rabies.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Margaretha Siko yang dihubungi Jumat (23/8), membenarkan spesimen otak anjing dari Kelurahan Wolomarang dinyatakan positip rabies. Dengan tambahan 1 spesimen positip rabies, maka sampak dengan akhir Agustus 2019 ini sudah tercacat 33 spesimen positip rabies.
Margaretha Siko, dokter hewan yang biasa disapa Meta menjelaskan selama ini petugas kesehatan hewan sudah berupaya untuk memberikan vaksinasi kepada anjing tersebut. Namun pemiliknya melarang untuk divaksin. Dia menyesalkan sikap masyarakat yang terlalu menganggap sepele kasus rabies yang sedang menyerang Kabupaten Sikka.
Sementara itu, tambah dia, paska digigit anjing sendiri, korban gigitan sudah mendapatkan penanganan dini. Dokter hewan ini berharap korban gigitan tidak tertular virus rabies.
Kasus di Wolomarang ini bukan pertama kali terjadi di Kecamatan Alok Barat. Sebelumnya 1 spesimen otak anjing dari Kelurahan Wuring dinyatakan positip rabies. Dengan demikian sudah dua spesimen positip rabies dari kecamatan ini. Alok Barat sebelumnya tidak masuk dalam wilayah rawan rabies.
Senjata Makan Tuan, Anjing Rabies di Wolomarang Gigit Tuan Sendiri
Seorang petugas kesehatan hewan membersihkan lukanya akibat diserang anjing sewaktu vaksinasi di Kecamatan Waigete beberapa waktu lalu
Sekretaris Bersama Komite Rabies Flores-Lembata Asep Purnama mengatakan pemerintah setempat sudah sangat peduli dengan menyiapkan vaksin rabies secara gratis. Semestinya para pemilik anjing menyambut baik dan mendukung kepedulian pemerintah dengan merelakan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing mendapatkan vaksinasi dari petugas kesehatan.
“Jadilah pemilik anjing yang bertanggungjawab. Anjing sehat keluarga sselamat. Mari sambut dan dukung petugas vaksinator, mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang sangat berisiko tinggi digigit anjing saat melakukan tugas kemanusiaan,” imbau Asep Purnama.
Menurut dokter yang bertugas di RSUD TC Hillers Maumere itu, jika tidak divaksin rabies, anjing di daerah endemis rabies sangat berisiko tertular rabies. Dan kemudian akan menebarkan ancaman kematian kepada siapa saja, termasuk pemilik anjing tersebut.
Terkait kasus yang dialami di Wolomarang, pada hari ini Bidang Kesehatan Hewan langsung menggelar rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Alok Barat untuk persiapan vaksinasi. Menurut Dokter Meta, mulai Sabtu (24/8) besok, pihaknya akan melakukan vaksinasi HPR di wilayah itu. Dia berharap sikap kooperatif dari masyarakat pemilik HPR.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini