Jalan Dinas ke Malaysia, Bupati Sikka Gunakan Uang APBD Perubahan

0
450
Jalan Dinas ke Malaysia, Bupati Sikka Gunakan Uang APBD Perubahan
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Maumere-SuaraSikka.com: APBD Perubahan TA 2019 di Kabupaten Sikka belum ditetapkan, menyusul penundaan yang dilakukan Bupati Sikka pada Sabtu (24/8). Meski demikian anggaran yang dialokasikan sudah dimanfaatkan. Salah satunya adalah perjalanan dinas Bupati Sikka ke Malaysia baru-baru ini.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka Germanus Goleng yang ditemui usai acara pelantikan anggota DPRD Sikka, Senin (26/8), menjelaskan biaya perjalanan dinas itu ditampung pada APBD Perubahan. Dia tidak menyebutkan berapa besar anggaran yang dialokasikan.
Perjalanan dinas tersebut melibatkan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David, Kepala Dinas Nakertrans Germanus Goleng, dan salah seorang staf Dinas Nakertrans. Rombongan dari Kabupaten Sikka mendampingi Wakil Gubernur NTT dan Kepala Dinas Nakertrans Propinsi NTT.
Yang menarik dari “kasus” ini adalah adalah anggaran perjalanan dinas sudah disetujui DPRD Sikka, tapi secara resmi belum ditetapkan. Penetapan APBD Perubahan ditunda karena berbagai alasan yang disampaikan Bupati Sikka. Antara lain Bupati Sikka berpandangan sinkronisasi anggaran tidak sesuai arahan Pemprop NTT saat asistensi beberapa waktu lalu.
Bupati Sikka telah memerintahkan tim anggaran untuk ke Kupang dalam rangka melakukan asistensi dan konsultai kembali, terutama menyangkut usulan anggaran beasiswa bagi mahasiwa. Bupati Sikka mengaku kecewa karena usulan anggaran beasiswa tidak terakomodir dalam APBD Perubahan.
Sebelumnya, Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, Sabtu (24/8), menjelaskan batas waktu penetapan APBD Perubahan adalah pada tanggal 30 Agustus 2019. Jika sampai dengan batas waktu itu, APBD Perubahan belum ditetapkan, maka pemerintah wajib melaksanakan APBD Induk. Pemanfaatan anggaran di luar APBD Induk, katanya, menjadi tanggung jawab Bupati Sikka.
Namun soal batas waktu penetapan APBD Perubahan, rupanya terdapat perbedaan antara yang disampaikan Ketua DPRD Sikka dengan yang disampailan Bupati Sikka. Menurut Bupati Sikka, batas waktu penetapan APBD Perubahan yakni pada pertengahan September 2019.
Bupati Sikka berangkat ke Malaysia mendampingi Wakil Gubernur NTT untuk melihat dari dekat sebuah perusahaan kelapa sawit terbesar di Negeri Jiran yang membutuhkan 1.000 tenaga kerja siap pakai. Fransiskus Roberto Diogo merupakan satu-satunya bupati yang mendampingi Wakil Gubernur NTT.
Germanus Goleng menambahkan Kabupaten Sikka mendapat sekitar 300 tenaga kerja untuk dipekerjakan pada perusahaan tersebut. Rencananya, Disnakertrans Sikka akan mengeluarkan pengumuman pendaftaran tenaga kerja. Nantinya calon tenaga kerja yang beminat akan dilatih sampai memiliki kompetensi, kemudian diberangkatkan ke Malaysia.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini