Selewengkan Keuangan Desa, Yulius Welung Siap Tanggung Jawab

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 27 Agustus 2019 - 21:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 79 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung

Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung

Maumere-SuaraSikka.com: Inspektorat Kabupaten Sikka telah menerbitkan laporan hasil pemeriksaan terkait dugaan penyelewengan keuangan di Desa Nele Urung Kecamatan Nele Kabupaten Sikka. Yulius Welung selaku kepala desa menegaskan siap bertanggungjawab.
Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/8), Yulius Welung mengaku terjadi penyelewengan keuangan antara lain karena dia memanfaatkan untuk kepentingan pribadi, dan juga akibat dari kesalahan administrasi. Namun sebagai kepala desa dia mengaku akan mempertanggungjawabkannya. Dia tidak menyebut secara detail berapa besar yang dia gunakan untuk kepentingan pribadi dan berapa besar akibat kesalahan administrasi.
“Karena Inspektorat bilang uang kurang begini-begini, yah saya harus tanggung jawab toh. Ada yang saya gunakan, ada yang salah administrasi, makanya saya bilang, kalau sudah begitu yah saya tanggung jawab untuk kembalikan,” jelas Yulius Welung yang hari itu berkantor dengan pakaian preman.
Dia mengatakan saat temuan awal, dia sudah mengembalikan sebesar Rp 52 juta. Lalu dia kembali mencicil pada tanggal 16 Agustus 2019 sebesar Rp 10 juta. Dia berjanji akan membayar lunas selama 1-2 bulan terhadap semua kewajiban sebagaimana temuan Inspektorat Sikka.
Yulius Welung menambahkan dia juga bersedia gajinya sebesar Rp 2,5 juta dipotong untuk cicilan pengembalian uang. Terkait hal ini dia mengaku sudah menyampaikan kepada staf Inspektorat Kabupaten Sikka.
Bendahara Desa Nele Urung Ignasia Delvina yang dihubungi di kantor desa, menjelaskan dia bertugas untuk mencairkan keuangan desa. Setiap kali pencarian uang, kepala desa langsung mengambilnya. Agar tidak berhadapan dengan masalah, bendahara ini selalu membuatkan berita acara serah terima uang yang dia serahkan kepada kepala desa.
Ketua BPD Bele Urung Alfonsa Eufania Asri yang ditemui terpisah menjelaskan
penyelewengan keuangan desa yang dilakukan Yulius Welung berdasarkan temuan Inspektorat berupa ketekoran kas sebesar Rp 146.109.092, pungutan pajak negara/ daerah sebesar Rp 32.876.039, penerimaan PADes sebesar Rp 9.084.578, uang bantuan seng Rp 15 juta, bantuan sosial bagi janda sebesar Rp 4,5 juta, pengeluaran fiktif bagi janda sebesar Rp 3,5 juta, dan biaya pemasangan instalasi air bersih sebesar Rp 864.760.
Data yang dihimpun media ini, keuangan di Desa Nele Urung selama kepemimpinan Yulius Welung dalam tiga tahun, cukup besar.  Untuk alokasi dana desa misalnya, pada tahun 2016 sebesar Rp 334.300.000, tahun 2017 sebesar Rp 365.059.865, tahun 2018 sebesar Rp 380.260.000, dan tahun 2019 sebesar Rp 369.891.971. Untuk tahun 2019, desa ini masih sedang berproses admnistrasi pencairan tahap pertama.
Sementara itu keuangan desa yang dikelola di desa ini yakni tahun 2016 sebesar Rp 595.244.313, tahun 2017 sebesar Rp 758.660.951, tahun 2018 sebesar Rp 694.329.000, dan tahun 2019 sebesar Rp 787.838.000.
Terkait masalah ini, puluhan warga masyarakat Desa Nele Urung, Selasa (27/8), mendatangi Kantor BPD setempat. Mereka mendesak Kepala Desa Yulius Welung mundur dari jabatan karena diduga telah “makan” keuangan desa.*** (eny)
Baca Juga :  Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA