Hari Pertama Sidang, Ketua Sementara DPRD Sikka Kena Semprot

0
91
Hari Pertama Sidang, Ketua Sementara DPRD Sikka Kena Semprot
Suasana sidang paripurna perdana DPRD Sikka, Senin (2/9)
Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka mengawali kerja kedewanan pertama pada Senin (2/9). Agenda yang dijadwalkan adalah rapat paripurna Perumusan dan Pembahasan Tata Tertib. Namun sidang ini pun ditunda karena masalah teknis. Ketua Sementara DPRD Sikka Donatus David kena semprot dari sejumlah anggota.
Fabianus Toa, anggota DPRD Sikka dari Partai Gerindra yang mengawali kerumitan internal di lembaga legislatif. Sebelum paripurna dibuka, dia mengungkapkan temuan administrasi terkait dugaan manipulasi tanda tangan Donatus David.
Menurut Fabianus Toa, terdapat perbedaan tanda tangan Donatus David antara undangan paripurna perumusan dan pembahasan Tatib dengan undangan-undangan sebelumnya. Sebagai wakil rakyat petahana, Fabianus Toa menilai ada kejanggalan pada dua tanda tangan berbeda dari orang yang sama.
Donatus David kemudian memberikan klarifikasi bahwa dia tidak menandatangani undangan agenda perumusan dan pembahasan Tatib. Tanda tangan Donatus David pada undangan tersebut merupakan hasil scanner yang dilakukan staf Sekretariat DPRD Sikka. Saat undangan tersebut dikeluarkan pada Jumat (30/8), Donatus David masih sedang berada di luar daerah.
“Saya sedang di luar daerah. Tapi saya mengizinkan tanda tangan saya di-scan. Entahlah bagaimana sampai hasil scan tanda tangan saya bisa berbeda,” jelas Donatus David.
Persoalan ini kemudian diangkat kembali Sufriyance Merison Botu. Politisi Partai Gerindra ini menyampaikan secara resmi setelah Donatus David membuka sidang paripurna. Mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu meminta klarifikasi terkait persoalan dugaan manipulasi tanda tangan Donatus David.
“Pimpinan DPRD harus menjaga marwah dan citra lembaga ini. Jangan sampai ke depan hal-hal prinsip substantif bisa terjadi lagi. Jadi ini rapat yang tidak sah karena undangan bukan ditandatangani Ketua Sementara. Saya minta diberikan klarifikasi,” tegas Sufriyance Merison Botu.
Belum sempat memberikan klarifikasi, Alfridus Melanus Aeng dari PKP Indonesia langsung menyambar. Dia menegaskan rapat yang dibuka Donatus David dengan agenda perumusan dan pembahasan Tatib adalah cacat hukum. Persoalannya karena undangan untuk rapat tidak ditandatangani Donatus David.
“Ini preseden buruk di awal (periode). Harus diusut siapa yang tanda tangan, jangan dibiarkan, nanti bisa dimanipulasi terus-menerus,” ujar wakil rakyat yang memasuki periode keempat itu.
Menurut dia, Pimpinan Sementara DPRD Sikka sifatnya kolektif kolegial. Jika Ketua Sementara sedang tidak berada di tempat, maka Wakil Ketua Sementara bisa menandatangani undangan terebut.
Antonius Hengki Rebu dari Partai Golkar mengancam akan walk-out jika agenda rapat perumusan dan pembahasan Tatib dipaksakan berjalan. Sementara itu Stephanus Say dari Partai Gerindra meminta kebesaran hati Sekretariat DPRD untuk legowo menyatakan telah melakukan kekeliruan. Sedangkan Stefanus Sumandi dari PDIP menilai kasus ini mengindikasikan komunikasi yang mandek antara Pimpinan DPRD dan Sekretariat DPRD.
Rapat paripurna ini pun akhirnya ditunda. Donatus David selaku Ketua Sementara DPRD Sikka meminta Sekretariat DPRD membuat ulang undangan yang akan ditandatangani Ketua dan Wakil Ketua Sementara DPRD Sikka. Undangan tersebut langsung didistribusikan dengan paripurna yang dijadwalkan Selasa (3/9) besok.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini