Akbar Mising Senang Bisa Praktik Kerja di PLN

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 September 2019 - 18:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 84 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan pelajar SMKN 1 Maumere yang akan melakukan praktik kerja lapangan, Jumat (6/9) di Hotel Pelita Maumere

Pelepasan pelajar SMKN 1 Maumere yang akan melakukan praktik kerja lapangan, Jumat (6/9) di Hotel Pelita Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Akbar Mising, pelajar Kelas XII Jurusan Teknik Jaringan Tenaga Listrik SMKN 1 Maumere memancarkan wajah senang dan bangga bisa menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di PLN Ende. Dia mengaku sudah siap terjun ke lapangan mengikuti prosedural kerja di perusahaan listrik tersebut.
“Sangat senang sekali bisa PKL di PLN. Saya masuk sekolah ini dan mengambil jurusan kelistrikan dengan harapan bisa kerja di PLN. Dan kali ini syukur sekali bisa praktik di PLN. Tentu jadi kesempatan buat saya untuk mendapatkan kepercayaan,” ujar pemuda turunan dari Bajo Sulawesi Selatan itu, di Hotel Pelita Maumere, Jumat (6/9).
Akbar Mising bersama 17 pelajar SMKN 1 Maumere, hari itu dilepas secara resmi untuk menjalani PKL selama 4 bulan. Lokasi PKL pada dua tempat yaitu di Ende dan Kupang. Sebelumnya terdapat tiga lokasi, termasuk Labuan Bajo, namun kemudian hanya ditetapkan Ende dan Kupang.
Pelepasan 18 pelajar SMKN 1 Maumere untuk PKL ini disaksikan orang tua pelajar, Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie dan para guru, serta beberapa staf PLN Flores Bagian Timur. Hadir saat itu Wakil Bupati Sikka Romanus Woga.
Akbar Mising Senang Bisa Praktik Kerja di PLN
Akbar Mising, pelajar SMKN1 Maumere
Para pelajar PKL ini dilepas secara khusus oleh Manager Unit Pelaksana Kebangkitan PLN Flores Bagian Timur Lambok Renaldo Siregar. Seremoni pelepasan berlangsung sederhana, di mana Lambok Renaldo Siregar mengenakan helm kerja berwarna orange ke kepala Akbar Mising.
PKL pelajar SMKN 1 Maumere pada PLN di Ende dan Kupang ini merupakan hasil kerja sama SMKN 1 Maumere dan PT PLN (Persero) dalam rangka melahirkan manusia-manusia yang siap kerja, cerdas, kompetitif, dan berkarakter. Kerja sama dengan industri ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.
Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie menjelaskan setelah mengikuti PKL selama 4 bulan, nantinya para pelajar mengikuti uji kompetensi di mana para pengujinya adalah orang-prang profesional. Yang dianggap layak akan diberikan sertfikasi kompentensi yang dikeluarkan Ditjen Tenaga Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dia meyakini para pelajar yang dikirim mengikuti PKL akan sangat mendukung prosedural kerja PLN. Hal itu karena para pelajar sudah mendapatkan ilmu secara akademik di sekolah yang disesuaikan dengan kurikukum. Selain itu, sebelum melaksanakan PKL, para pelajar sudah mengikuti pendidikan vokasi selama tiga hari dengan instruktur yang kompeten.
Manager Unit Pelaksana Kebangkitan PLN Flores Bagian Timur Lambok Renaldo Siregar berharap kerja sama yang dilakukan SMKN 1 Maumere dengan PLN bisa menjadi contoh positip untuk kerja sama dengan industri-industri lainnya. Harapan ini sejalan dengan prospek dan perencanaan SMKN 1 Maumere yang menargetkan sampai Tahun 2021 seluruh kompetensi keahlian yang ada pada sekolah itu harus masuk menjadi kelas industri.
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga memberikan apresiasi kepada SMKN 1 Maumere yang telah mengawali sebuah harapan masa depan yang baik bagi pelajar yang lulus dari sekolah tersebut. Dia berpesan kepada para pelajar PKL agar benar-benar memanfaatkan masa PKL, tidak saja untuk kepentingan masa depan diri sendiri, tapi juga untuk kepentingan daerah.*** (eny)
Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru